Sejumlah Pemilik Kendaraan Dapat Tagihan Tol Tak Pernah Dilalui Gara-Gara Kamera Salah Baca Pelat Nomor
Meski demikian, lembaga menegaskan tidak semua kamera tol mengalami masalah sama. Beberapa perangkat masih mampu membaca pelat nomor baru dengan benar.
Para pejabat menyatakan solusi tidak akan dilakukan dengan mengganti desain pelat nomor. Sebaliknya, perbaikan akan dilakukan melalui pembaruan perangkat lunak serta kalibrasi ulang sistem pembaca pelat nomor otomatis.
Seiring berjalannya waktu, sistem diharapkan mampu “belajar” mengenali perbedaan antara angka nol yang diberi garis miring dengan angka delapan. Kesalahan pembacaan diharapkan dapat diminimalkan.
Namun proses penyesuaian tersebut tidak akan terjadi secara instan. Sistem membutuhkan waktu untuk mengumpulkan lebih banyak data dari kendaraan yang melintas agar akurasinya meningkat.
Masalah ini juga tidak hanya berdampak pada sistem tol. Setiap lembaga atau organisasi yang menggunakan teknologi ALPR berpotensi mengalami kebingungan yang sama ketika membaca desain pelat nomor baru tersebut.
Sebab itu, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih teliti memeriksa setiap pemberitahuan tagihan tol yang diterima melalui sistem Tol Berdasarkan Plat Nomor. Jika terdapat perjalanan yang tidak pernah dilakukan, pengemudi diminta segera menghubungi Komisi Jalan Tol untuk melakukan klarifikasi.
Selain itu, organisasi yang menggunakan teknologi pembaca pelat nomor otomatis juga diingatkan agar melakukan verifikasi tambahan. Hal tersebut penting untuk memastikan kendaraan yang terdeteksi kamera benar-benar sesuai dengan data di sistem.