Pilih Lompat ke Mobil Listrik, Hyundai Ungkap Alasan Tak Jual Kendaraan Hybrid
Sebab itu, Frans merasa langkah yang dilakukan Hyundai sudah tepat langsung memasarkan mobil listrik di Indonesia, tanpa terlebih dahulu menjual mobil hybrid. Ini juga dilakukan untuk memancing pabrikan lain bisa memperkenalkan dan menjual mobil listriknya.
"Kita dulu inget ada yang namanya konsep LCGC, kemudian market dari 400 ribu naik jadi 1 juta, itu karena regulasi. Kebetulan Hyundai masuk berbarengan dengan regulasi Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik di Indonesia," ujarnya.
"Berlandaskan itu, Hyundai langsung memperkenalkan Kona dan Ioniq Electric pertama kali di Indonesia. Bahkan, kita membangun pabrik di 2022 agar kita bisa meningkatkan CKD," kata Frans.
Dia mengungkapkan secara global Hyundai memiliki semua produk elektrifikasi, mulai dari hybrid, plug-in hybrid, hingga Fuel Cell (hidrogen). Untuk bermain di pasar mobil hybrid Frans menyampaikan pihaknya masih mempelajari dan membaca karakter konsumen.
"Apakah Hyundai akan masuk ke segmen hybrid? Kita punya potensi di situ dan kita lagi studi di situ. Kita juga harus lihat animo masyarakat, karena itu menjadi faktor yang berikutnya selain regulasi pemerintah," ujarnya.
Editor: Dani M Dahwilani