Persaingan Mobil Listrik Makin Ketat, Air ev Kuasai Segmen Entry Level
Berdasarkan data Gaikindo penjualan Wuling Air ev sepanjang 2024 tembus 4.440 unit. Sejak meluncur pada Agustus 2022, mobil yang diproduksi di Indonesia ini membukukan penjualan (wholesales/pabrik ke dealer) lebih dari 18.000 unit.
"Kehadiran Wuling Air ev menjadi tonggak sejarah baru mobil listrik di Indonesia. Air ev hadir sejalan dengan program pemerintah dalam mengakselerasi elektrifikasi kendaraan di Tanah Air. Saat ini, Air ev diproduksi di Indonesia dengan TKDN 40 persen," ujar PR Manager Wuling Motors, Brian Gomgom kepada media, belum lama ini.
Menurut Gomgom, alasan masyarakat beralih ke kendaraan listrik selain kesadaran akan pentingnya kendaraan ramah lingkungan juga berbagai kemudahan yang diberikan. Salah satunya bebas ganjil genap.
Selain itu, biaya perawatan mobil listrik lebih murah dibandingkan model konvensional. Ditambah lagi untuk biaya energi yang digunakan juga terbilang lebih murah dibandingkan bahan bakar minyak. Untuk gambaran 1 kWh listrik sekitar Rp 1.700 sedangkan untuk 1 liter bensin bisa 10 kali lipatnya.
Saat ini, Wuling Air ev memiliki empat varian, yaitu Long Range, Standard Range, Lite Long Range dan Lite Standard Range. Bermain di segmen entry level, Air ev Lite Standard Range dibanderol Rp 179,1 juta, Air ev Lite Long Range Rp190 juta, Air ev Standard Range Rp224 juta, dan Air ev Long Range Rp 275 juta on the road (OTR) Jakarta dengan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari pemerintah.