Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ganti Air Radiator Motor Berapa Bulan Sekali? Banyak Biker Masih Salah Kaprah
Advertisement . Scroll to see content

Penyebab Selang Radiator Mobil Cepat Rusak, Jangan Anggap Sepele Mesin Bisa Jebol

Senin, 29 Juni 2026 - 09:30:00 WIB
Penyebab Selang Radiator Mobil Cepat Rusak, Jangan Anggap Sepele Mesin Bisa Jebol
Punya fungsi vital, Penyebab selang radiator mobil cepat rusak perlu diketahui setiap pemilik kendaraan. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Penyebab selang radiator mobil cepat rusak perlu diketahui setiap pemilik kendaraan. Komponen berbahan karet ini memiliki peran vital dalam menyalurkan cairan pendingin agar suhu mesin tetap stabil.

Jika selang radiator mengalami kerusakan, sirkulasi coolant akan terganggu sehingga mesin berisiko mengalami overheat. Kondisi tersebut dapat memicu kerusakan serius, bahkan membuat mesin turun mesin jika dibiarkan tanpa penanganan.

Banyak pemilik kendaraan baru menyadari adanya masalah setelah muncul kebocoran atau temperatur mesin melonjak. Padahal, kerusakan selang radiator sebenarnya dapat dicegah dengan perawatan rutin.

Dilansir dari laman Suzuki, berikut penyebab selang radiator mobil cepat rusak beserta cara merawatnya.

Penyebab Selang Radiator Mobil Cepat Rusak

1. Suhu mesin terlalu tinggi

Overheat menjadi salah satu penyebab utama selang radiator cepat rusak. Saat suhu mesin meningkat drastis, tekanan di dalam sistem pendingin ikut naik sehingga membuat dinding selang terus menerima beban berat.

Jika kondisi ini terjadi berulang, material karet akan kehilangan elastisitasnya, menggelembung, lalu berpotensi pecah saat kendaraan digunakan.

2. Reaksi elektrokimia di dalam sistem pendingin

Interaksi antara coolant, logam mesin, dan komponen sistem pendingin dapat memunculkan reaksi elektrokimia. Proses tersebut secara perlahan merusak lapisan bagian dalam selang radiator.

Akibatnya, karet menjadi rapuh, muncul retakan kecil, hingga akhirnya terjadi kebocoran yang sulit dideteksi sejak awal.

3. Menggunakan air radiator yang tidak sesuai

Masih banyak pemilik mobil yang mengisi radiator menggunakan air keran biasa. Padahal, kandungan mineral dalam air tersebut dapat memicu karat dan endapan pada saluran pendingin.

Endapan itu menghambat aliran coolant sehingga suhu mesin meningkat. Selain mempercepat korosi, kondisi tersebut juga membuat umur selang radiator menjadi lebih pendek.

4. Klem pengikat longgar atau rusak

Klem berfungsi menjaga sambungan selang tetap rapat. Jika kondisinya longgar atau sudah aus, selang akan bergeser akibat getaran mesin.

Gesekan yang terjadi terus-menerus akan mengikis permukaan karet sehingga memicu rembesan coolant hingga kebocoran.

5. Usia pakai sudah habis

Selang radiator merupakan komponen berbahan karet yang memiliki masa pakai terbatas. Umumnya, komponen ini perlu diganti setiap tiga hingga lima tahun, tergantung kondisi penggunaan kendaraan.

Semakin tua usia selang, materialnya akan mengeras dan mudah retak ketika menerima tekanan maupun perubahan suhu ekstrem.

Cara Merawat Selang Radiator Mobil

Agar usia pakai selang radiator lebih panjang, pemilik kendaraan dapat melakukan beberapa langkah perawatan berikut.

1. Rutin memeriksa kondisi selang

Periksa permukaan selang secara berkala untuk memastikan tidak ada retakan, benjolan, atau perubahan tekstur.

Tekan permukaan selang secara perlahan. Jika terasa terlalu keras atau terlalu lunak, sebaiknya segera lakukan penggantian.

2. Gunakan coolant berkualitas

Hindari mengisi radiator menggunakan air biasa. Gunakan coolant sesuai rekomendasi pabrikan karena mengandung zat antikarat dan mampu menjaga suhu kerja mesin tetap optimal.

Penggantian coolant juga sebaiknya dilakukan secara berkala sesuai jadwal perawatan kendaraan.

3. Pastikan klem tetap kencang

Periksa kondisi seluruh klem pengikat selang radiator. Jika terlihat longgar, segera kencangkan agar tidak terjadi kebocoran akibat getaran mesin.

Pastikan pula posisi selang tidak tertekuk sehingga aliran cairan pendingin tetap lancar.

4. Jaga kebersihan radiator

Radiator yang dipenuhi debu, lumpur, atau daun kering akan menghambat proses pelepasan panas.

Membersihkan kisi-kisi radiator secara berkala membantu menjaga suhu mesin tetap stabil dan mengurangi beban kerja sistem pendingin.

5. Ganti sesuai usia pakai

Jangan menunggu hingga selang pecah saat kendaraan digunakan. Mengganti selang radiator setiap tiga hingga lima tahun merupakan langkah preventif yang jauh lebih murah dibanding memperbaiki kerusakan mesin akibat overheat.

Perawatan sederhana yang dilakukan secara rutin dapat memperpanjang usia sistem pendingin sekaligus menjaga performa mesin tetap optimal. Jika ditemukan tanda-tanda kerusakan seperti retak, menggelembung, atau terjadi kebocoran coolant, segera lakukan penggantian atau bawa kendaraan ke bengkel terpercaya agar kerusakan tidak semakin parah.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut