Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Penjualan Mobil Semester I 2026 Naik 15,8 Persen, Gaikindo: Industri Bergerak Positif
Advertisement . Scroll to see content

Penjualan Mobil Indonesia Sulit Tembus 1 Juta Unit, Realistis di Kisaran 800 Ribuan

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:07:00 WIB
Penjualan Mobil Indonesia Sulit Tembus 1 Juta Unit, Realistis di Kisaran 800 Ribuan
Penjualan mobil nasional diprediksi masih sulit menembus angka psikologis 1 juta unit pada 2026, diperkirakan di angka 800 ribuan. (Foto: Dok iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Penjualan mobil nasional diprediksi masih sulit menembus angka psikologis 1 juta unit pada 2026. Ini disampaikan Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) Fransiscus Soerjopranoto

Di tengah kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat yang menurun, pasar otomotif Indonesia diperkirakan hanya mampu berada di kisaran 700.000 hingga 800.000 unit.

Frans mengatakan proyeksi tersebut didasarkan pada tren pembelian kendaraan yang masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk pengetatan pembiayaan oleh perusahaan leasing.

"Kalau kita melihat tren pembeli dan situasi ekonomi saat ini, target 1 juta unit itu tampaknya cukup berat untuk dicapai. Prediksi kami, angka riilnya mungkin akan berada di sekitar 700-800 ribuan unit," ujarnya saat kunjungan ke iNews Media Group di Jakarta.

Menurut Frans, pasar otomotif domestik saat ini masih berada dalam fase konsolidasi. Fluktuasi daya beli masyarakat serta kebijakan pembiayaan yang lebih selektif membuat pertumbuhan industri belum kembali ke level sebelum pandemi.

Meski demikian, dia menilai proyeksi penjualan sekitar 800.000 unit tetap menunjukkan fundamental pasar otomotif Indonesia masih kuat. Angka tersebut dinilai cukup positif mengingat kondisi ekonomi global dan domestik yang masih penuh tantangan.

HMID pun mengaku tidak pesimistis menghadapi kondisi tersebut. Hyundai akan tetap menjalankan sejumlah strategi untuk menjaga pertumbuhan penjualan, mulai dari penyegaran lini produk, memperkuat kendaraan listrik (electric vehicle/EV), hingga menghadirkan program pembiayaan yang lebih fleksibel.

"Tantangan pasar pasti ada, namun fokus Hyundai adalah bagaimana kami tetap bisa memberikan stimulus ke pasar melalui produk yang sesuai kebutuhan konsumen dan program kepemilikan yang memudahkan mereka," katanya.

Frans menambahkan, industri otomotif juga harus lebih jeli membaca perubahan perilaku konsumen. Segmen kendaraan ramah lingkungan dan mobil keluarga diperkirakan masih menjadi penopang utama pertumbuhan penjualan dalam beberapa tahun ke depan.

Sementara itu, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan kinerja pasar otomotif nasional masih mencatat pertumbuhan pada semester pertama 2026. Penjualan mobil secara wholesales atau distribusi dari pabrik ke dealer mencapai 436.564 unit sepanjang Januari-Juni 2026, naik 15,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 336.707 unit.

Khusus pada Juni 2026, penjualan wholesales tercatat sebanyak 77.550 unit. Adapun penjualan retail atau distribusi dari dealer ke konsumen mencapai 74.507 unit. Secara kumulatif, retail sales selama Januari-Juni 2026 mencapai 433.848 unit.

Berdasarkan data wholesales semester pertama 2026, Toyota masih memimpin pasar dengan penjualan 133.928 unit. Posisi berikutnya ditempati Daihatsu sebanyak 73.545 unit, Suzuki 36.319 unit, Mitsubishi Motors 32.588 unit, dan BYD 23.257 unit.

Data tersebut menunjukkan industri otomotif nasional masih bertumbuh di tengah berbagai tantangan ekonomi. Persaingan juga semakin ketat dengan meningkatnya kontribusi merek-merek asal China yang terus memperluas pangsa pasar di Indonesia.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut