Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Simak! Syarat dan Cara Daftar Mudik Gratis Pemprov Jakarta, Kuota 26.500 Orang
Advertisement . Scroll to see content

Mudik Lebaran, Lebih Cocok Mana Pakai Mobil Hybrid SHS atau EV?

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:20:00 WIB
Mudik Lebaran, Lebih Cocok Mana Pakai Mobil Hybrid SHS atau EV?
Dua teknologi yang kerap dibandingkan untuk ke luar kota mobil listrik murni (EV) atau hybrid dengan sistem Super Hybrid System (SHS).  (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Menjelang mudik Lebaran, banyak masyarakat mulai mempertimbangkan jenis kendaraan yang paling sesuai untuk perjalanan ke luar kota. Dua teknologi yang kerap dibandingkan adalah mobil listrik murni (EV) dan mobil hybrid generasi baru dengan sistem Super Hybrid System (SHS). 

Perbedaan mendasarnya terletak pada sumber tenaga. Di mana EV sepenuhnya mengandalkan baterai dan pengisian di SPKLU. Sementara hybrid SHS memadukan mesin bensin dan motor listrik yang bekerja otomatis sesuai kondisi jalan.

Dalam konteks mudik di Indonesia yang identik dengan jarak ratusan kilometer, kemacetan panjang, hingga keterbatasan infrastruktur pengisian daya di sejumlah jalur, fleksibilitas sistem hybrid SHS dinilai memberi rasa aman lebih bagi pengendara. Sistem ini memungkinkan kendaraan tetap melaju tanpa harus bergantung penuh pada stasiun pengisian listrik, sehingga risiko kehabisan daya di tengah perjalanan bisa ditekan.

Head of Product Jaecoo Indonesia, Ryan Ferdiean Tirto mengatakan, hybrid SHS dirancang adaptif mengikuti karakter jalan di Tanah Air. Untuk hal dalam berkendara model hybrid hampir sama dengan kendaraan bensin biasa (ICE).

“Pola kerja sistem ini secara otomatis menyesuaikan penggunaan mesin dan motor listrik. Kendaraan tetap responsif saat dibutuhkan, tetapi efisien ketika menghadapi kemacetan panjang. Ini sesuai dengan karakter mudik di Indonesia,” ujarnya, dalam talk show di IIMS 2026, Jumat (13/2/2026).

Ryan membagikan tiga pertimbangan saat memilih kendaraan hybrid untuk mudik. Pertama, sistem hybrid mampu menyesuaikan kondisi jalan tanpa pengaturan manual. 

Teknologi SHS memungkinkan perpaduan tenaga berjalan otomatis, sehingga pengemudi tetap fokus berkendara. Pendekatan ini diterapkan pada model seperti Jaecoo J7 SHS-P dan Jaecoo J8 SHS-P ARDIS yang disiapkan untuk perjalanan harian maupun luar kota.

Kedua, jarak tempuh panjang dan fleksibilitas sumber energi. Pada sistem SHS, mesin bensin tetap menjadi penopang utama ketika baterai menipis, sehingga perjalanan bisa dilanjutkan tanpa harus mencari SPKLU. Hal ini membuat perencanaan rute mudik lebih sederhana dibandingkan EV murni yang sangat bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian daya.

Ketiga, fitur elektrifikasi yang fungsional untuk kebutuhan keluarga. Salah satunya fitur Vehicle to Load (V2L) yang memungkinkan mobil menyuplai listrik untuk peralatan elektronik. Fitur ini dinilai relevan bagi pemudik yang kerap beristirahat di rest area atau pinggir jalan untuk kebutuhan konsumsi dan pengisian daya gawai.

Selain teknologi penggerak, kata Ryan, aspek keselamatan juga menjadi perhatian. Dia menyebutkan model hybrid Jaecoo dibekali hingga 19 fitur ADAS seperti Adaptive Cruise Control dan Traffic Jam Assist yang membantu mengurangi kelelahan pengemudi saat macet. 

"Untuk mendukung kelancaran perjalanan Lebaran, kami mengimbau konsumen melakukan pengecekan kendaraan di dealer resmi serta menyiagakan layanan bantuan darurat di jalur mudik utama," ujar Ryan. 

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut