Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Purbaya Peringatkan Transaksi di Pelabuhan Harus Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Advertisement . Scroll to see content

Dolar AS Naik, Jaecoo Belum Berpikir Naikkan Harga Mobil Fokus Pengiriman dan Tambah Dealer

Senin, 01 Juni 2026 - 17:02:00 WIB
Dolar AS Naik, Jaecoo Belum Berpikir Naikkan Harga Mobil Fokus Pengiriman dan Tambah Dealer
Jaecoo Indonesia menegaskan belum akan menaikkan harga mobil meski dolar menguat, fokus mempercepat pengiriman unit J5 EV, dan memperluas jaringan dealer. (Foto: Dok iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id Jaecoo Indonesia memastikan belum memiliki rencana menaikkan harga jual kendaraan di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah dan penguatan dolar AS yang terjadi belakangan ini. Pabrikan otomotif asal China tersebut memilih fokus percepatan pengiriman unit dan ekspansi jaringan dealer di Indonesia.

Langkah tersebut diambil sebagai bagian dari strategi perusahaan untuk mempertahankan stabilitas pasar sekaligus memberikan kepastian kepada konsumen yang telah melakukan pemesanan kendaraan. Di mana sampai saat ini jumlah pemesan J5 EV masih antre panjang.

Business Unit Director Jaecoo Indonesia, Jim Ma.mengatakan, pihaknya memahami kekhawatiran masyarakat terhadap dampak penguatan dolar terhadap harga barang impor. Namun, saat ini perusahaan lebih mengutamakan pelayanan kepada pelanggan dibanding melakukan penyesuaian harga.

"Kami memahami kekhawatiran konsumen terkait dampak kenaikan dolar terhadap harga barang impor. Namun, fokus utama Jaecoo saat ini bukanlah penyesuaian harga, melainkan memberikan kepastian kepada konsumen bahwa pesanan mereka tiba tepat waktu serta memastikan layanan purna jual kami semakin dekat dengan mereka melalui ekspansi dealer," kata Jim Ma di kawasan PIK 2, belum lama ini.

Menurutnya, Jaecoo terus memastikan proses produksi dan distribusi kendaraan berjalan sesuai jadwal. Dengan demikian, konsumen yang telah melakukan pemesanan tidak perlu khawatir terhadap potensi biaya tambahan akibat perubahan nilai tukar mata uang.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut