Model Berbeda, Toyota Pastikan Kendaraan di Indonesia Tak Terdampak Kasus Uji Sertifikasi di Jepang
Dia menegaskan semua produk di Indonesia selalu melalui hologomasi sesuai dengan peraturan pemerintah. Termasuk terkait sistem keamanan pada kendaraan.
Director Marketing PT TAM Anton Jimmy Suwandi menambahkan, untuk model Yaris Cross berbeda termasuk chief engineering dengan model di Jepang. "Dari bentuk kendaraan berbeda walaupun namanya sama. Chief engineering dan timing peluncurannya juga berbeda. Yaris Cross (hadir) di Jepang sebelum Covid-19," ujarnya.
Sebelumnya, dalam keterangan pers di Jepang, Chairman Toyota, Akio Toyoda menjelaskan, pihaknya melakukan tes dengan metode berbeda dari standar yang ditentukan otoritas Jepang. Toyota juga sudah melaporkan ini ke kementerian pada 31 Mei.
"Inti dari masalah ini adalah bahwa kendaraan diproduksi dan dijual secara massal tanpa melalui proses sertifikasi yang sesuai," ujar Akio.
Toyota meyakini bahwa sertifikasi merupakan proses penting sebelum melakukan produksi massal dan menjual mobil ke konsumen. Ini dilakukan guna memastikan bahwa mobil memang aman digunakan.
Ada tiga cara untuk mendapatkan sertifikasi. Pertama, meminta penguji dan layanan teknis yang ditunjuk untuk menyaksikan pengujian. Kedua, produsen melakukan uji sertifikasi internal dan menyerahkan datanya. Ketiga, menyerahkan data uji pengembangan yang kompatibel untuk sertifikasi. Kasus ini ditemukan pada cara yang kedua dan ketiga.
Editor: Dani M Dahwilani