Mercedes-Benz Terancam Dilarang Jual Mobil di AS, Takut Kepemilikan Saham China
Di sisi lain, pihak Mercedes-Benz belum menunjukkan kepanikan. CEO Mercedes-Benz, Ola Källenius menyatakan perusahaan memiliki sejumlah opsi untuk mengatasi persoalan kepemilikan saham apabila diperlukan.
Dia yakin setiap masalah yang muncul dapat diselesaikan tanpa menimbulkan gejolak besar bagi operasional perusahaan.
Mercedes-Benz saat ini terus berkomunikasi dengan para pembuat kebijakan di Amerika Serikat guna memahami isi proposal tersebut secara lebih rinci. Langkah itu dilakukan untuk memastikan aktivitas bisnis dan manufaktur perusahaan di AS tidak terdampak secara negatif.
Taruhannya tidak kecil. Sepanjang tahun lalu, Mercedes-Benz berhasil menjual lebih dari 300.000 kendaraan penumpang di pasar Amerika Serikat dan menargetkan angka yang lebih tinggi pada masa mendatang.
Meski kemungkinan larangan penjualan masih jauh dari kenyataan dan isi RUU masih dapat mengalami perubahan sebelum disahkan menjadi undang-undang, kasus ini menunjukkan kompleksitas industri otomotif global yang semakin terhubung satu sama lain.
Keterlibatan investor lintas negara yang selama ini dianggap sebagai bagian dari strategi bisnis global kini justru dapat menjadi tantangan baru di tengah meningkatnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan China.
Editor: Dani M Dahwilani