Leapmotor Perkenalkan Teknologi Baterai Cell-to-Chassis, Apa Itu?
JAKARTA, iNews.id — Inovasi di dunia kendaraan listrik terus bergerak cepat. Salah satu terobosan terbaru datang dari pabrikan asal China, Leapmotor, yang memperkenalkan teknologi baterai bernama Cell-to-Chassis (C2C). Seperti apa teknologi baru tersebut?
Teknologi C2C digadang-gadang mampu meningkatkan efisiensi sekaligus performa mobil listrik secara signifikan. Sebab, berbeda dari sistem baterai konvensional yang masih menggunakan struktur berlapis, pendekatan C2C justru memangkas tahapan tersebut.
Dalam sistem ini, sel baterai langsung diintegrasikan ke dalam rangka kendaraan, menjadikannya bagian struktural mobil. Artinya, baterai tidak lagi sekadar penyimpan energi, tetapi juga berfungsi sebagai tulang punggung kendaraan.
Dengan menghilangkan lapisan modul, ruang yang tersedia untuk baterai bisa dimanfaatkan lebih optimal. Tingkat efisiensi pemanfaatan ruang bahkan diklaim bisa mencapai sekitar 90 persen lebih.
Desain yang lebih ringkas ini membawa dampak besar, yaitu bobot kendaraan bisa ditekan, jumlah komponen berkurang, dan efisiensi energi meningkat. Dalam penggunaan sehari-hari, hal ini bisa berarti jarak tempuh yang lebih jauh dengan sekali pengisian daya.
Tak hanya soal efisiensi, teknologi ini juga berdampak pada struktur kendaraan. Karena baterai menyatu dengan sasis, tingkat kekakuan bodi mobil meningkat. Dalam dunia otomotif, ini dikenal sebagai torsional rigidity atau faktor penting yang memengaruhi stabilitas saat berkendara.
Semakin kaku struktur kendaraan, semakin baik pula kontrol dan kenyamanan yang dirasakan pengemudi, terutama saat melaju di kecepatan tinggi atau bermanuver.