Kisah Perjuangan Hendra Ahok, Anak Pengusaha yang Pilih Jadi Sopir Bus
Saat bekerja di PO Gunung Harta, Hendra mendapatkan nama panggilan Ahok. Orang yang pertama kali memberi panggilan itu adalah Pak Mahmud, salah satu sopir bus Gunung Harta.
Ketika pandemi Covid-19 menyerang Indonesia, Hendra Ahok sempat menghilang, dan banyak yang menanyakan di mana keberadaannya. Dia mengaku saat itu berkunjung ke rumah ayahnya di Makassar.
Namun, Hendra Ahok menyebut dirinya lama tak kembali dari Makassar akibat adanya insiden. Bukan dengan orang lain, tetapi dengan ayahnya sendiri yang tak ingin dirinya kembali menjalani profesi sebagai sopir bus di Pulau Jawa.
“Papa saya itu punya usaha toko besi, truk Pertamina, sama sarang Walet. Dia tahu saya punya SIM B2 Umum, diminta terus dipatah-patahin. Saya kabur buat balik ke Jawa, saya pamitnya pas sudah di pesawat,” kata Ahok.
Kenyamanan menjadi bagian dari PO Haryanto membuat Hendra Ahok tetap tegas pada pendiriannya untuk tetap menjadi sopir bus malam.
“Sebenarnya saya yakin sama jawaban semua rekan-rekan kerja di sini, kalau di balik punggung Pak Haji Haryanto itu, semua nyaman,” ujarnya.
Editor: Vien Dimyati