Kisah Perempuan Muslim Indonesia Jadi Sopir Bus Sekolah di Amerika, Anak-Anak Penasaran Lihat Hijab
Yohana mengatakan pada awalnya dirinya khawatir melihat bus sebesar itu. Dia mengungkapkan di Indonesia belum bisa menyetir. Meski mendapat nilai 100 saat ujian, dia mengaku sangat berbeda saat berada di dalam bus terlebih ada banyak tombol yang membuatnya semakin bingung.
“Waktu hari pertama sebenarnya saya takut juga. Pakai acara mau nangis karena pas saya lihat di kaca, ‘ya Allah gede banget!’ Panik pas lihat tombol tuh ada puluhan tombol. Mana yang mesti dipencet,” ujarnya.
Sebelum benar-benar mengantarkan murid-murid menggunakan bus sekolah, Yohana mendapatkan pelatihan selama dua pekan dari sekolah. Ini dilakukan agar dirinya mendapatkan izin menyetir bus dan mendapatkan SIM.
Namun, Yohana mengakui aspek terberat dalam menjadi sopir bus sekolah adalah bukan tentang mengemudikan bus, tapi memastikan keselamatan murid-murid. Bus juga dilengkapi dengan berbagai macam penumpang keamanan seperti CCTV dan cermin besar di bagian depan.
“Kita tuh enggak cuma nyupir aja tanggung jawabnya. Tapi juga harus memerhatikan anak-anak juga, makanya dikasih kaca gede banget gitu di depan,” kata Yohana.