Kisah Menegangkan Mobil Presiden Soeharto Diisi Bensin Campur Minyak Tanah, SPBU-nya Langsung Ditutup
"Hidupkan mesin, AC on, coba dites, kenapa bau minyak tanah? Matilah ini. Ternyata bensinnya kecampur minyak tanah. Jadi saya paksa buka dari bawah, keluarin semuanya, beli bensin yang baru. Saat itu namanya masih Super kalau nggak salah. Kita isi di pompa bensin daerah Tanah Abang," katanya.
Jongkie mengaku tak tahu apakah ada kesalahan prosedur saat pengisian BBM atau pihak SPBU berbuat curang. Tapi, setelah kejadian tersebut SPBU di wilayah Kali Kuning tempat mobil presiden mengisi BBM langsung ditutup keesokan harinya.
Petugas Paspampres sempat bertanya kepada Jongkie, apa yang bakal terjadi jika mobil tersebut berjalan dengan kondisi bensin bercampur minyak tanah dan tidak diketahui? Jongkie bilang sulit memperkirakannya, karena dirinya tidak tahu kadar minyak tanah yang tercampur.
"Paspampres tanya ke saya. Kalau itu enggak ketahuan, mogoknya di mana? Di waktu kosong saat berangkat ke Halim atau saat pulang? Udah ada isinya kan kalau perjalanan pulang, ada Presiden Soeharto, udah ada tamu negara. Dan, kira-kira di mana (mogoknya)? Di Semanggi kah, di Cawang kah, di Halim kah? Kita enggak tahu, karena kadar minyak tanahnya kan kita nggak tahu juga," ujar Jongkie.
Jongkie menyebutkan itu menjadi momen menegangkan karena saat melakukan inspeksi mobil tersebut tak lama lagi akan digunakan Presiden Soeharto.
Editor: Dani M Dahwilani