Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hilirisasi Nikel Mendesak, Indonesia Kejar Kedaulatan Energi di Tengah Gejolak BBM Global
Advertisement . Scroll to see content

Kendaraan Listrik Tak Terbendung, Hilirisasi Nikel Jadi Senjata Utama Indonesia

Senin, 13 April 2026 - 13:15:00 WIB
Kendaraan Listrik Tak Terbendung, Hilirisasi Nikel Jadi Senjata Utama Indonesia
Tren kendaraan listrik (EV) global menjadi peluang emas bagi Indonesia untuk mempercepat hilirisasi nikel. (Foto: FINI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Tren kendaraan listrik (electric vehicle/EV) global menjadi peluang emas bagi Indonesia untuk mempercepat hilirisasi nikel sebagai tulang punggung industri baterai nasional. Di tengah ketidakpastian pasokan BBM dan gejolak harga minyak dunia, peralihan ke EV kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan strategis.

Indonesia berada di posisi yang sangat diuntungkan. Cadangan nikel yang melimpah menjadikan Indonesia sebagai pemain kunci dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik dunia. Komoditas ini menjadi bahan utama dalam produksi baterai lithium-ion, komponen inti yang menentukan performa dan efisiensi EV.

Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp431 triliun sepanjang Januari-September 2025. Dari angka tersebut, sektor nikel mendominasi dengan kontribusi lebih dari Rp136 triliun, mempertegas arah kebijakan pemerintah dalam membangun ekosistem kendaraan listrik dari hulu hingga hilir.

Perkembangan industri nikel nasional pun mengalami transformasi besar. Tidak lagi sekadar mengekspor bahan mentah, Indonesia kini mampu memproduksi bahan antara bernilai tinggi seperti Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), nickel sulphate, cobalt sulphate, hingga precursor cathode active material (PCAM) yang menjadi inti baterai EV.

Head of External Relations Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Mordekhai Aruan mengatakan dorongan pengembangan ekosistem EV berbasis nikel semakin kuat dalam beberapa tahun terakhir.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut