Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kecelakaan Beruntun Libatkan 2 Bus di Tol Japek, Polisi: Kurang Jaga Jarak
Advertisement . Scroll to see content

Kaleidoskop 2025: Deretan Kecelakaan Bus Maut Sepanjang 2025, Terbaru di Krapyak Telan 16 Korban Jiwa

Senin, 22 Desember 2025 - 17:19:00 WIB
Kaleidoskop 2025: Deretan Kecelakaan Bus Maut Sepanjang 2025, Terbaru di Krapyak Telan 16 Korban Jiwa
Tragedi kecelakaan bus pariwisata di Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah, yang menewaskan 16 orang jadi sorotan publik. (Foto: YouTube iNews)
Advertisement . Scroll to see content

Insiden di Exit Tol Krapyak menambah daftar panjang kecelakaan bus maut sepanjang 2025. Berikut deretannya dalam kaleidoskop 2025:
 
PO Haryanto di Batang, pada 26 Oktober 2025 

Sebelumnya, kecelakaan bus PO Haryanto terjadi di Tol Batang KM 354 jalur B pada 26 Oktober 2025 malam, menewaskan tiga orang dan melukai 20 lainnya. Peristiwa tersebut diduga dipicu jalan licin akibat hujan deras yang menyebabkan kendaraan selip dan oleng.

Bus Pariwisata di Malang, pada 25 Oktober 2025

Sehari sebelumnya, pada 25 Oktober 2025, bus pariwisata rombongan Forum Kesehatan Kelurahan Bendan Ngisor, Semarang, terguling di Tol Gandulan Pemalang. Kecelakaan yang diduga akibat rem blong itu menewaskan empat orang dan melukai belasan penumpang.

PO Ind’s 88 Trans di Bromo, pada 14 September 2025

Rentetan kecelakaan serupa juga terjadi di jalur wisata. Pada 14 September 2025, bus pariwisata PO Ind’s 88 Trans menabrak rumah warga di jalur Bromo, Probolinggo. Insiden tersebut menewaskan delapan orang dan melukai puluhan lainnya, dengan penyebab utama rem blong di jalan menurun dan menikung.

Bus Parisisata di Kota Bau, pada 8 Januari 2025

Sementara itu, pada 8 Januari 2025 di Kota Batu, Jawa Timur, sebuah bus pariwisata mengalami rem blong dan menabrak sejumlah kendaraan, menewaskan empat orang termasuk seorang ibu dan anaknya. Bus tersebut diketahui memiliki izin operasional yang sudah lama mati.

Berulangnya kecelakaan bus di jalur rawan menunjukkan masih lemahnya disiplin keselamatan, baik dari sisi teknis kendaraan, kompetensi pengemudi, maupun pengawasan operasional. Tragedi-tragedi ini menjadi pengingat upaya pencegahan harus dilakukan secara konsisten dan menyeluruh, agar perjalanan masyarakat tidak kembali berubah menjadi duka.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut