Jepang Buka Keran Impor Mobil dari Amerika, Bebas Masuk Tanpa Pengujian
JAKARTA, iNews.id – Jepang akan menerima mobil bersertifikasi Amerika Serikat (AS) tanpa pengujian tambahan. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi produsen otomotif Amerika Serikat setelah adanya kesepakatan bilateral yang membuka akses pasar lebih luas.
Musim gugur lalu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan Jepang tengah berupaya mengizinkan kendaraan buatan Amerika masuk dan diakui berdasarkan sertifikasi keselamatan AS tanpa tes ulang di Jepang. Gedung Putih saat itu menyatakan, “Jepang sekarang akan mengakui standar otomotif AS dan mencabut pembatasan lama terhadap impor mobil dan truk AS, menciptakan peningkatan akses pasar senilai miliaran dolar bagi produsen mobil AS.”
Dilansir dari Carscoops, Selasa (17/2/2026), langkah tersebut kini mulai terealisasi. Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang mengumumkan pembentukan sistem sertifikasi khusus bagi kendaraan produksi Amerika Serikat.
Dalam keterangannya ditegaskan, “kendaraan penumpang yang diproduksi di AS dan sesuai dengan standar AS akan dianggap sesuai dengan standar keselamatan.” Artinya, kendaraan yang telah lulus standar keselamatan di AS tak lagi diwajibkan menjalani pengujian tambahan saat akan dipasarkan di Jepang.
Pengumuman itu memang belum merinci mekanisme teknis secara lengkap. Namun ditegaskan pula, “Mobil penumpang yang diproduksi di AS dan disertifikasi keamanannya di AS akan diterima untuk dijual di Jepang tanpa pengujian tambahan.”
Secara teori, kebijakan impor ini menjadi keuntungan bersama. Produsen otomotif AS mendapat akses pasar yang lebih besar, pekerja industri diuntungkan, dan Jepang memperoleh keringanan tarif sebagai bagian dari perjanjian perdagangan kedua negara.
Salah satu pabrikan yang siap memanfaatkan peluang tersebut adalah Toyota. Sebelumnya, Toyota menyatakan niatnya membawa tiga model buatan Amerika ke pasar domestik Jepang.
Tiga model tersebut adalah Toyota Camry, Toyota Highlander, dan Toyota Tundra. Khusus Tundra, Toyota menyebut pikap ukuran penuh itu sebagai “perwujudan budaya Amerika,” dan meyakini konsumen Jepang akan tertarik pada “daya tarik uniknya.”
Tak hanya Toyota, pabrikan Jepang lain juga mempertimbangkan langkah serupa. Laporan media ekonomi Jepang, Nikkei, menyebut Honda tengah mengkaji kemungkinan mengimpor model Honda Pilot dan Honda Ridgeline yang diproduksi di Amerika Serikat.
Sementara itu, Nissan dikabarkan bisa mengirimkan Nissan Murano dan Nissan Pathfinder ke Jepang dalam skema yang sama.
Dengan kebijakan Jepang menerima mobil bersertifikasi AS tanpa pengujian tambahan di Jepang, peta persaingan otomotif domestik Negeri Sakura berpotensi berubah. Model-model berkarakter Amerika dengan dimensi besar dan performa kuat kini punya peluang lebih besar bersaing di pasar Jepang.
Editor: Dani M Dahwilani