Jalur Bergelombang dan Tak Ada SPBU, Ini Harus Diperhatikan saat Lintasi Tol MBZ
1. Jaga Kondisi Mobil
Cek kondisi mobil seperti ban dan mesin. Kalau merasa ada masalah seperti bunyi-bunyian aneh, panel indikator menyala, atau hal-hal tidak biasa lainnya, sebaiknya melalui jalan tol biasa yang berada di bawahnya sehingga tidak menyulitkan apabila mogok.
2. Persiapan Pengemudi dan Penumpang
Mengemudi jarak jauh di Tol MBZ butuh kewaspadaan dan fokus yang tinggi terkait kondisi jalan. Seperti angin yang berembus kencang dan kontur jalan naik turun dengan sambungan antar bagian jalan tol yang terasa mengganggu.
Pengemudi tidak bisa istirahat atau bergantian karena bahu jalan yang sangat terbatas dan tidak terdapat rest area. Jadi, pastikan pengemudi dalam kondisi fit. Tidak kalah penting lain adalah memperhatikan kebutuhan penumpang karena tidak ada toilet.
3. Jangan Kehabisan Bensin
Sebagai gambaran, pengguna jalan layang Tol MBZ dari arah Jakarta, SPBU terdekat ada di km 57 arah Cikampek. Artinya, pengemudi akan menemukan pom bensin setelah mengemudi sejauh 46 km. Pastikan posisi indikator bensin minimal berada di baris kedua agar tidak kehabisan BBM di tengah jalan.
4. Hati-hati Angin Kencang dari Samping
Salah satu risiko jalan tol MBZ adalah terpaan angin samping. Tetap tenang dan jangan memutar kemudi secara tiba-tiba apabila ada hembusan angin samping. Kurangi kecepatan dan arahkan kemudi ke arah yang benar sesuai garis marka jalan. Hindari pengereman karena akan membuat mobil sulit dikendalikan dan berisiko tabrakan beruntun.