Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Profil Arsyan Ismail, Pria asal Malaysia Pecahkan Rekor Dunia usai Jual Domain Rp1,1 Triliun!
Advertisement . Scroll to see content

Duduki Penjualan Mobil Terbanyak di ASEAN, Indonesia Nyaris Disalip Malaysia

Jumat, 13 Februari 2026 - 12:03:00 WIB
Duduki Penjualan Mobil Terbanyak di ASEAN, Indonesia Nyaris Disalip Malaysia
Indonesia kembali mencatatkan diri sebagai negara dengan penjualan mobil terbanyak di kawasan Asia Tenggara, diikuti Malaysia. (Foto: Dok iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

Bahkan Brunei Darussalam mencatat rasio tertinggi di ASEAN dengan 805 unit per 1.000 penduduk. Singapura berada di angka 211 unit, Filipina 49 unit, Vietnam 34 unit, dan Myanmar hanya 20 unit per 1.000 penduduk.

Perbandingan ini menunjukkan kontras besar antara volume penjualan dan tingkat kepemilikan kendaraan di Indonesia. Dengan populasi besar, ruang pertumbuhan pasar domestik masih terbuka sangat lebar.

Agus menyebut total populasi ASEAN mencapai sekitar 660 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, Indonesia menyumbang sekitar 278 juta penduduk atau hampir separuh populasi kawasan.

"Total populasi ASEAN tercatat sekitar 660 juta orang, dengan populasi Indonesia mencapai 278 juta orang. Rasio kepemilikan mobil Indonesia yang masih rendah mengindikasikan potensi pasar kendaraan bermotor di Tanah Air masih sangat menjanjikan untuk terus berkembang ke depan," kata Agus.

Rendahnya rasio kepemilikan mobil dinilai menjadi sinyal kuat peluang ekspansi industri otomotif nasional. Kondisi ini membuka ruang bagi peningkatan produksi, investasi baru, serta penetrasi teknologi kendaraan ramah lingkungan.

Kementerian Perindustrian melihat momentum ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat struktur industri otomotif. Fokus tidak hanya pada peningkatan angka penjualan, tetapi juga pada pengembangan kendaraan listrik dan teknologi hijau.

Di tengah ketatnya persaingan regional, Indonesia tetap berada di posisi teratas sebagai pasar terbesar ASEAN. Namun dengan selisih yang semakin tipis dari Malaysia, industri otomotif nasional dituntut bergerak lebih agresif agar tidak kehilangan dominasi di kawasan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut