Deretan PO Bus Legendaris di Jawa Barat, Ada yang Dijuluki Penguasa Jalur Pantura
Luragung Jaya
PO bus legendaris di Jawa Barat lainnya ada Luragung Jaya yang merupakan perusahaan otobus yang berasal dari kabupaten Kuningan. PO bus yang satu ini sering dijuluki sebagai penguasa jalur Pantura. Ini karena Luragung Jaya terkenal memiliki hobi ngeblong terutama pada 2015 ke bawah. Hampir semua warga Jawa Barat pasti mengetahui jika ditanya tentang Luragung Jaya ini.
Budiman
Sebelas dua belas dengan Luragung Jaya, PO Budiman juga menjadi PO bus yang dijuluki sebagai penguasa jalanan. Hanya saja bagian Budiman ada di jalur selatan Jawa Barat. Berkat aksi nekatnya, popularitas PO Budiman sangat moncer. Tidak hanya itu, PO Bus Budiman juga dikenal sebagai salah satu perusahaan bus yang bertahan cukup lama yakni semenjak 1992. Namanya sudah melegenda di telinga masyarakat Jawa Barat.
Bandung Express
Warga Bandung tentu tak asing dengan perusahaan otobus (PO) Bandung Express. Ya, PO yang satu ini sudah eksis sejak 1973, di mana pada saat itu masih mengusung nama Bandung Cepat. PO Bus Bandung Express masih terus diminati masyarakat sampai sekarang. Adapun layanan yang ditawarkan mencakup bus malam cepat, bus pariwisata, bus karyawan, hingga paket kilat.
Merdeka
Merdeka berasal dari Kota Ciamis, Jawa Barat. Merdeka didirikan pertama kali pada 1970-an oleh H. Idris Suherman yang sebelumnya memang fokus di dunia transportasi, khususnya bus AKAP. Pada kurun waktu 1970-1990, bisnis Merdeka semakin berkembang, hingga memiliki 200 unit bus. Selain melayani tranportasi bus AKAP, Merdeka juga membuka jasa bus pariwisata.
Lorena & Karina
Perusahaan otobus Lorena & Karina mulai beroperasi sejak tahun 1973 di Bogor, Jawa Barat. Di awal berdirinya, Lorena & Karina hanya memiliki 2 armada bus dengan rute jarak pendek yaitu Bogor-Jakarta PP. Seiring dengan kesuksesannya, Lorena & Karina terus melebarkan sayapnya dengan membuka trayek yang lebih jauh lagi yaitu dari Jakarta hingga Bali. Lorena & Karina sangat terkenal dari dulu sampai sekarang.
Editor: Vien Dimyati