Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Karyawan PO Bus Kena PHK gegara Kebijakan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Larang Study Tour
Advertisement . Scroll to see content

Deretan PO Bus Berjaya di Zamannya Kini Menghilang, Nomor 5 Penguasa Angkutan di Jakarta

Minggu, 12 Juni 2022 - 15:26:00 WIB
Deretan PO Bus Berjaya di Zamannya Kini Menghilang, Nomor 5 Penguasa Angkutan di Jakarta
Banyak PO bus berjaya di zamannya, namun ketatnya pesaingan usaha serta reformasi angkutan bus banyak raja-raja jalanan menghilang. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

3. Coyo

Coyo yang bermarkas di Semarang ini menjadi salah satu PO tertua di Jawa Tengah. Coyo berjaya hingga tiga dekade dengan rute favorit masyarakat Cirebon-Tegal-Semarang.

PO yang satu ini terkenal tetap waktu. Di samping itu juga merupakan pemain tunggal, tidak memiliki saingan sehingga berjaya. Namun, sekarang PO Coyo menghilang. 

4. Goodwill

Bagi yang sering berpergian dari Bandung menuju Purwokerto pastinya tahu bus Goodwill. Bus dengan dasar warna merah ini berdiri pada 70-an yang didirikan pria keturunan asal Jerman.

Sopir yang mengangkut penumpang sebanyak-banyaknya menjadi bumerang bagi layanan perusahaan. Ini yang membuat kehilangan banyak pelanggan.

5. Kopaja

Siapa yng tak kenal dengan Kopaja. PO bus dengan kepanjangan Koperasi Angkutan Jakarta ini di zamannya menguasai 50 persen angkutan di Jakarta.

Jumlah trayek dan armadanya pun tidak terhitung. Bus Kopaja terkenal dengan ongkosnya yang sangat murah.

Bus Kopaja hilang dengan adanya kebijakan pemerintah Pemprov DKI Jakarta yang berupaya menghadirkan angkutan lebih nyaman dan terintegrasi. 

Pada 24 Juni 2015, Kopaja bergabung dengan PT Transjakarta dan menjadi operator penyelenggaraan bus Transjakarta. Ketika bergabung dengan PT Transjakarta, Kopaja tidak lagi menggunakan sistem setoran tetapi menggunakan sistem rupiah per kilometer.

Pada 2017, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan Scania Citywide Low Entry untuk menggantikan bus yang tidak layak jalan sekarang dikenal dengan nama Metrotrans.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut