Deretan Pemilik PO Bus Bangun Usaha dari Nol, Ada Tukang Pisang dan Anak Buruh Tani
Seiring berjalannya waktu, pada 1992 Putera Mulya melebarkan sayapnya dengan membuka trayek Angkutan Desa dengan rute Surakarta – Karanganyar – Jumapolo – Jatipuro – Wonogiri PP.
Memasuki 2000, PH Soegiyono membawa Putera Mulya melakoni debut AKAP dengan trayek Ponorogo – Purwantoro – Wonogiri – Solo – Jakarta PP. Ada juga trayek Ponorogo – Madiun – Ngawi – Solo – Jakarta – Merak – Bandar Lampung.
Awalnya, Putera Mulya bermodalkan 10 unit armada bus besar Mercedes-Benz keluaran 1994. Bus itu dipilih karena biayanya yang masih sangat terjangkau untuk pemain baru dalam trayek luar provinsi.
Usaha yang semakin berkembang, kini Putera Mulya memiliki 80-100 unit armad bus yang melayani trayek AKAP. Bahkan, PO bus ini menjadi pelopor bus tingkat jarak jauh di Indonesia yang saat ini sangat populer.
2. PO SAN
Melayani trayek Antar Pulau, PO SAN masih kokoh berdiri setelah 30 tahun didirikan oleh H Hasanuddin Adnan. Namun, awalnya Hasanuddin membangun usahanya dari penyedia jasa pengiriman barang, meski saat itu dirinya sudah berprofesi sebagai PNS.