Changan Bawa Teknologi REEV ke Indonesia, Intip Perbedaannya dengan HEV, PHEV dan BEV
Dukungan mesin sebagai generator pada REEV dinilai mampu mengurangi kekhawatiran terkait jarak tempuh, terutama ketika akses menuju SPKLU masih terbatas. Pengemudi tetap dapat menikmati karakter kendaraan listrik yang senyap, halus, dan responsif dengan fleksibilitas penggunaan lebih luas.
Meski tetap menggunakan bensin, emisi gas buang REEV disebut jauh lebih rendah dibandingkan mobil konvensional karena mesin bekerja lebih optimal tanpa beban akselerasi langsung. Teknologi ini juga dinilai mampu memberikan pengalaman berkendara elektrik tanpa kekhawatiran charging anxiety di tengah harga bahan bakar minyak yang terus meningkat.
Changan menjadi pionir yang menghadirkan teknologi REEV di Indonesia melalui pengenalan Deepal S05 REEV pada April 2026.
“Kami memahami bahwa transisi menuju kendaraan listrik di Indonesia masih membutuhkan adaptasi. Sebab itu, teknologi REEV hadir memberikan pengalaman berkendara listrik dengan rasa aman dan fleksibilitas lebih tinggi, baik untuk mobilitas harian maupun perjalanan jarak jauh," ujar CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya di Jakarta, belum lama ini.
"Melalui teknologi ini, Changan ingin mendukung percepatan elektrifikasi di Indonesia dengan solusi yang lebih relevan bagi kebutuhan masyarakat saat ini,” katanya
Menurut Setiawan, REEV menjadi solusi nyata untuk mendukung transisi elektrifikasi di Indonesia. Selain itu, kemitraan Changan dengan Indomobil Group memastikan keberlanjutan layanan purnajual serta distribusi suku cadang produk-produk Changan di Tanah Air.
Editor: Dani M Dahwilani