Bus PO Haryanto Terguling di Tol Batang Tewaskan 3 Orang, Ini Dugaan Penyebabnya
"Sementara kita akan mengkaji karena unsur kecelakaan itu ada faktor alam, faktor manusia, dan juga faktor teknis. Kalau alam, memang tadi malam kondisinya hujan, tapi tidak semata-mata itu penyebab utama," ujar Kombes Pratama.
Kombes Pratama menegaskan timnya juga akan menelusuri berbagai faktor lain yang mungkin berkontribusi. Seperti kecepatan bus dan kelaikan kendaraan tersebut apakah memenuhi spesifikasi.
"Kita juga akan data manifes kendaraan, isinya berapa, karena bila kita ukur dengan kecepatan normal 0–40 km/jam, reaksi satu detik bisa bergeser sejauh 5 meter. Di tol kecepatannya pasti lebih dari 40 km/jam, jadi kita lihat reaksinya seperti apa," katanya.
Berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi ban dari bus PO Haryanto tersebut sudah mulai aus. Ini ditandai dengan telapak ban yang hampir menyentuh logo segitiga TWI. Ban yang aus dan jalanan licin bisa menjadi penyebab kecelakaan maut.
Head of Marketing PT Sumi Rubber Indonesia, Johan Tri, mengingatkan pentingnya memilih ban dengan tipe dan pola yang sama untuk setiap poros roda. Terutama jelang musim hujan, yang dapat membuat ban mudah tergelincir.
"Dengan menggunakan ban yang seragam, handling kendaraan menjadi lebih baik dan stabil, sehingga keamanan dan kenyamanan berkendara meningkat. Dengan menjaga kondisi ban dan mengatur kecepatan, Anda dapat meminimalisasi risiko aquaplaning, menjaga perjalanan tetap aman dan nyaman," kata Johan.
Editor: Dani M Dahwilani