BMW Pekerjakan Robot Humanoid di Pabrik Perakitan Baterai, Kerja Tanpa Istirahat dan Dibayar
Selama masa operasinya, robot tersebut memindahkan lebih dari 90.000 komponen dan mencatat sekitar 1.250 jam kerja di lini produksi.
Tujuan Penggunaan Robot Humanoid
Kehadiran robot humanoid di pabrik sering memunculkan kekhawatiran akan menggantikan tenaga kerja manusia. Namun BMW menyebut tujuan penggunaan robot adalah untuk mengurangi beban karyawan sekaligus meningkatkan kondisi kerja di lingkungan pabrik.
Perusahaan juga mengakui penggunaan robot membantu meningkatkan daya saing produksi mereka di tengah persaingan industri otomotif global yang semakin ketat.
BMW bukan satu-satunya produsen mobil yang mulai melirik robot humanoid untuk membantu proses produksi. Sejumlah perusahaan otomotif besar juga sedang menjajaki teknologi serupa.
Mercedes-Benz misalnya telah menguji robot humanoid di pabriknya di Berlin dengan menggunakan robot Apollo dari Apptronik. Robot tersebut diuji untuk membantu logistik, pemeriksaan kualitas, serta tugas berulang di jalur produksi.
Sementara itu Hyundai berencana memperluas kemampuan robot humanoid di fasilitas produksi mereka di Amerika Serikat pada 2028 sebagai bagian dari pengembangan sistem manufaktur canggih.
Tesla juga terus mengembangkan robot humanoid mereka yang dikenal sebagai Optimus. Perusahaan tersebut bahkan memposisikan robot itu sebagai teknologi yang berpotensi digunakan di berbagai sektor industri, tidak hanya di pabrik.
Editor: Dani M Dahwilani