Bangun Mobil Balap di saat Pandemi Covid-19, David Djaja Torehkan Prestasi di Usia Muda
David menggunakan Honda Jazz berkelir kuning harus bersaing dengan Honda City Hatchback yang notabene punya tenaga lebih besar dibandingkan Jazz.
“Jika dibandingkan City Hatchback, Honda Jazz itu tenaganya sangat kurang. Jadi untuk mengejar ketertinggalan mau enggak mau harus belok maksimal meskipun power-nya kurang. Hal tersebut menguji dan membangun skill saya,” ujar David.
Sejalan dengan prestasinya di dunia balap, David berencana mengejar prestasi di dunia studinya. Dia berencana kuliah di Australia.
“Tahun ini saya enggak turun di kelas ITCR 1.500, kendalanya karena harus ‘bangun’ City Hatchback yang memakan biaya. Cost operasionalnya juga tentunya enggak sedikit. Dananya saat ini dialihkan dulu untuk biaya kuliah,” kata David.
Meski demikian, dia mengugkapkan tidak menutup kemungkinan baginya menggaet sponsor dan juga bergabung bersama tim balap pabrikan alias factory driver ataupun team non-pabrikan. “Untuk musim balap tahun ini, saya melihat peluang dahulu. Karena kalau pakai Jazz-kan sudah enggak mungkin. Lagi coba untuk balap Estilo,” ujarnya.
Editor: Dani M Dahwilani