Kisah Hardy dari Pemulung Jadi Miliarder, Bos Modifikasi Jok Mobil Mewah Langganan Artis
Suatu hari, dia diajak kenalannya bekerja di tempat pemasangan jok mobil pada 2007. Hardy mendapat gaji Rp300 ribu per bulan tanpa uang makan dan lembur.
"Tapi, saya berpikir ini masa depan cerah. Walau bos saya bawel galak, disiplin dan pelit, saya belajar di situ. Saya enggak hitung-hitungan waktu. Disuruh ngapain saya mau. Bos pulang saya kerja lagi karena ingin bisa. Di situ saya belajar jahit," katanya.
Dia mengungkapkan, selain pasang jok dirinya merangkap OB (office boy) bersih-bersih tempat kerja karena tinggal di sana. Akhirnya, selama 2 tahun gajinya bertahap naik hingga Rp1,6 juta.
"Kita buktikan dari skill, bos seneng punya telenta. Di situ terus ditekuni. Akhirnya saya mengerti semua, cara mencari bahan, mengerjakan hingga pemasaran. Ini karena setiap hari saya belajar dan tidak pernah males dari jam 9 pagi sampai jam 10 malam. Bahkan sampai jam 12 malem," ujar Hardy.
Akhirnya, Hardy memutuskan keluar dan membuka usaha sendiri besama temannya. Sang bos sempat berusaha mempertahankan dengan menawarkan gaji lebih tinggi Rp1,8 juta, namun Hardy sudah bulat membuka usaha sendiri.