Ban Pengaruhi Keamanan dan Kenyamanan Berkendara, Ini 6 Hal yang Harus Diperhatikan
Selain demi keamanan dan kenyamanan, tekanan udara yang sesuai dengan spesifikasi akan membuat usia ban lebih panjang dan hemat bahan bakar. "Jika tekanan udara pada ban kurang, maka risiko pecah ban lebih besar. Karena dinding samping ban akan dipaksa selalu bersentuhan dengan jalan dan pada akhirnya menjadi aus (tipis) sehingga tidak akan kuat menahan bobot mobil," katanya.
2. Ukur Standar Tekanan Udara
Untuk melihat ukuran tekanan udara sesuai standar pabrikan, Anda bisa melihat pada stiker yang biasanya terdapat pada pilar B bagian kanan pintu depan mobil di sisi pengemudi. Atau biasanya juga tersedia informasinya pada buku manual kendaraan. Tekanan udara maksimum yang diizinkan pabrikan ban juga biasanya tercetak di dinding ban, jangan melampaui batas ini.
3. Rotasi Ban
Pada jarak waktu tertentu rotasi atau perpindahan posisi ban mobil diperlukan. Gunanya agar tingkat keausan ban menyebar merata, sehingga memengaruhi kenyamanan berkendara.
Ada banyak cara rotasi ban, disesuaikan dengan jenis ban yang digunakan. Rotasi ban direkomendasikan dilakukan setiap kelipatan 10.000 km
4. Rutin Spooring dan Balancing
Selain rotasi ban, setiap kendaraan juga diharuskan melakukan pengecekan berkala terhadap kondisi kelurusan ban. Mungkin lebih dikenal dengan istilah spooring dan balancing. Idealnya perawatan spooring dan balancing ini dilakukan setiap 10.000 km, bersamaan dengan rotasi ban.