Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BNPB Wanti-Wanti Potensi Karhutla Besar pada 2027
Advertisement . Scroll to see content

Wimar Witoelar: Kebakaran Hutan Berkurang Sejak Pemerintahan Jokowi

Selasa, 12 Februari 2019 - 16:26:00 WIB
Wimar Witoelar: Kebakaran Hutan Berkurang Sejak Pemerintahan Jokowi
Pemerhati Lingkungan Hidup Wimar Witoelar saat menghadiri diskusi 'Langkah Berani Pulihkan Lingkungan', di Kantor Staf Presiden, Jakarta. Selasa (12/2/2019). (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pemerhati Lingkungan Hidup Wimar Witoelar mengatakan, saat ini banyak masyarakat yang tidak menyadari selama Indonesia di bawah kepemimpinan presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah sangat kecil melihat kebakaran hutan.

Sejak sering berpergian ke luar negeri, dia mengaku, banyak warga negara asing (WNA) yang mempertanyakan dan mempermasalahkan mengapa Indonesia selalu mengalami kebakaran hutan. Namun hal itu kini sudah tidak terlihat dibanding pemerintahan sebelumnya.

"Waktu saya pertama kali ke Amerika tidak bersama dengan Jokowi, tapi secara bersamaan dan ada juga prescon informal itu riuh sekali sebagian mempertanyakan kenapa sih Indonesia kebakaran hutan terus, dan sebagian malah memuji. Saya biarkan orangnya ribut dan mereka-mereka menyimpulkan bahwa kebakaran hutan itu sering terjadi sebelum pemerintah Jokowi jadi presiden," kata Wimar.

Hal itu disampaikan mantan juru bicara almarhum Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur saat menghadiri diskusi 'Langkah Berani Pulihkan Lingkungan', di Kantor Staf Presiden, Jakarta. Selasa (12/2/2019).

Wimar menyebut, banyak masyarakat yang tidak peduli terhadap capaian yang mampu membawa nama baik Indoensia di luar negeri, terlebih pada tahun politik ini. Bahkan, banyak warga yang justru menutup kuping dan telinga atas kebenaran yang terjadi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut