Wagub Banten Apresiasi ‘Cahaya Hati’, Perkuat Spiritualitas Jelang Ramadan
Kedua, 'Cahaya Hati' berfungsi untuk melatih kesabaran dan kontrol emosi. "Ini melatih masyarakat kita untuk sabar. Jangan cepat emosi. Bukan hanya lapar dan haus, tapi juga emosi juga harus dijaga," jelasnya.
Manfaat ketiga adalah menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial untuk bisa lebih bermanfaat bagi sesama. Keempat, program ini menjadi wadah untuk memperkuat silaturahmi dan ukhuwah islamiyah (persaudaraan Islam), sehingga dapat menumbuhkan kasih sayang di tengah masyarakat.
Kelima, lanjut Dimyati, adalah untuk meningkatkan kedisiplinan. Ia mencontohkan bagaimana bulan Ramadan menuntut disiplin waktu yang tinggi.
"Bulan Ramadan ini disiplin. Kapan tarawihnya, kapan buka puasanya, kapan sahurnya, kapan salatnya, dan kapan baca Alqurannya. Jadi betul-betul disiplin," tuturnya.
Manfaat keenam, untuk mencapai kebersihan hati dan jiwa. Menurutnya, ini adalah esensi dari nama program 'Cahaya Hati' itu sendiri, yang akan menjadi fondasi untuk meraih kesuksesan dunia dan akhirat.
"Cahaya Hati itu kan nur, cahaya hati. Kalau hatinya bersih, pikiran jernih, Insya Allah akhirat diraih, prestasi pun akan diraih," pungkasnya.
Editor: Puti Aini Yasmin