Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral, Polisi Australia Seret Muslim Salat saat Demo Tolak Kunjungan Presiden Israel
Advertisement . Scroll to see content

Viral Video Markas Pasukan PBB Indonesia di Lebanon Diserang Mortir Israel, TNI: Itu Roket Flare untuk Penerangan

Kamis, 26 Oktober 2023 - 19:34:00 WIB
Viral Video Markas Pasukan PBB Indonesia di Lebanon Diserang Mortir Israel, TNI: Itu Roket Flare untuk Penerangan
Pasukan TNI yang bergabung dalam Pasukan Perdamaian Kontingen Garuda United Nations Interim Force In Lebanon (UNIFIL). (Foto: Dok/Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Video bernarasi Israel menyerang markas pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Indonesia di Lebanon dengan mortir, viral di media sosial. Namun, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono memastikan tidak ada serangan tersebut. 

Dalam video yang viral itu disebutkan detik-detik markas pasukan TNI di Lebanon kena mortir Israel. Mortir itu jatuh dan mengenai Sudirman Camp, tempat pasukan PBB Indonesia bermarkas. Disebutkan pula, dari dua mortir yang jatuh diketahui satu meledak dan satu lagi utuh atau gagal meledak.

Laksamana Muda Julius Widjojono menjelaskan, memang terjadi ledakan, namun berjarak 1 kilometer dari markas UNIFIL. Mortir yang disebut dalam video viral itu juga tidak benar, melainkan roket flare. 

"Memang terjadi ledakan di sekitar 1 kilometer dari pos. Kemudian yang ada di berita media sosial yang beredar beberapa hari ini, terutama tadi malam, itu hanya roket flare," kata Julius saat ditemui di Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (26/10/2023). 

Roket flare digunakan sebagai penerangan pada malam hari dari pihak lawan untuk mengukur jarak maupun aktivitas di area tertentu, bukan untuk menyerang pasukan PBB. 

"Durasinya sekitar 40 detik, biar terang, musuh akan melihat atau pihak yang melemparkan roket akan melihat aktivitas, posisi dari area tersebut. Jadi bukan roket yang menyebabkan ledakan di area kita," ujarnya. 

Julius mengatakan, pasukan Indonesia di UNIFIL saat ini dalam keadaan aman. TNI juga aktif berkoordinasi dengan pihak UNIFIL dan Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI selama eskalasi konflik Hamas-Israel meningkat. Julius pun menegaskan tidak ada korban jiwa dan kerusakan fatal akibat peristiwa tersebut. 

"Sampai hari ini pasukan masih dalam keadaan aman," ujarnya. 

Sementara Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Lalu Muhammad Iqbal menjelaskan, telah berkomunikasi langsung dengan kontingen Indonesia di UNIFIL untuk memverifikasi informasi serangan tersebut. Hasilnya, tidak ada serangan ke markas Indonesia, sebagaimana disebutkan dalam video viral di medsos.

"Memang terjadi peningkatan intensitas saling serang antara Israel dan Hizbullah di sepanjang perbatasan Libanon-Israel. Namun, tidak ada serangan yang diarahkan langsung ke markas Kontingen Indonesia," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (26/10/2023). 

Lalu Muhammad Iqbal mengatakan, saat ini seluruh anggota Kontingen Indonesia yang berjumlah 1.200 orang dalam kondisi aman. 

"Kontingen Indonesia sudah memiliki rencana kontijensi jika kondisi keamanan semakin memburuk," ucapnya.

Diketahui, sebuah video viral di media sosial dan bernarasi bahwa Israel menyerang markas pasukan UNIFIL menggunakan mortir. Video itu diunggah akun Instagram @infokomando.official pada Kamis 26 Oktober 2023 yang mendapat banyak respons dari netizen.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut