Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pandji Pragiwaksono Didenda 1 Babi dan 5 Ayam Buntut Candaan Adat Toraja
Advertisement . Scroll to see content

Viral Penumpang KRL Kehilangan Tumbler Tuku, KAI Jelaskan Isu Petugas Dipecat

Kamis, 27 November 2025 - 11:44:00 WIB
Viral Penumpang KRL Kehilangan Tumbler Tuku, KAI Jelaskan Isu Petugas Dipecat
Ilustrasi KRL (dok. iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Viral di media sosial ada seorang penumpang KRL yang tumblernya tertinggal hingga berujung kabar pemecatan salah satu pegawai KAI Commuter. Penumpang itu menjelaskan bahwa dia naik KRL dari Stasiun Tanah Abang menuju stasiun Rangkasbitung sekitar pukul 19.00 WIB.

Setibanya di Stasiun Rawa Buntu, dia baru menyadari tas cooler bag berisi tumbler Tuku tertinggal di bagasi KRL. 

Dia langsung melapor ke petugas keamanan di stasiun dan menerima informasi bahwa barang tertinggal hanya bisa diambil di Stasiun Rangkasbitung.

"TUMBLER TUKU-ku GONE ATAS KE-TIDAK TANGGUNG JAWAB PETUGAS PT ΚΑΙ @commuterline Jadi ceritanya gini. Disclaimeraku minta maaf juga sebelumnya karna faktor lupa jadi ketinggalan coolerbag-ku di bagasi kereta," tulis akun @anitadewi yang beredar di media sosial, dikutip Kamis (27/11/2025).

Keesokan harinya, cooler bag tersebut berhasil ditemukan tetapi isinya tak lagi lengkap. Tumbler yang sebelumnya tampak masih tersimpan di dalam tas ternyata sudah tidak ada. Penumpang itu pun meminta penjelasan hingga rekaman CCTV untuk mengetahui di mana tumbler tersebut hilang.

Seorang petugas Passenger Service yang tengah bertugas saat itu kemudian muncul dan menjelaskan pada malam kejadian kondisi stasiun cukup ramai sehingga dia tidak sempat memeriksa isi barang temuan ketika diserahkan oleh petugas keamanan. Dia juga menyebut akses CCTV memerlukan surat resmi dari kepolisian dan prosedur perizinan dari pusat.

Terpisah, Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda menyampaikan saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran terkait informasi tersebut lebih dulu untuk memastikan kejadian sebenarnya.

“Sebagai tahap awal, tentunya kami melakukan koordinasi kepada pihak mitra pengelola petugas front liner," kata Karina dalam keterangan resminya.

KAI Commuter menegaskan tidak melakukan pemecatan terhadap pegawai sebagaimana informasi yang beredar. Sebab operator KRL atau Commuter Line memiliki aturan dan prosedur terkait kepegawaian yang tetap mengacu pada regulasi ketenagakerjaan.

"Pihak mitra masih melakukan evaluasi internal untuk melihat lebih jelas kondisi yang terjadi," ujar dia.

Karina menegaskan, KAI Commuter akan melakukan evaluasi menyeluruh sehingga agar situasi serupa dapat dicegah ke depannya. Karina juga mengingatkan bahwa barang pribadi merupakan tanggung jawab penumpang.

"Karena itu kami mengimbau agar seluruh pengguna tetap menjaga dan memperhatikan barang bawaannya dengan baik," ujar dia.

Dia menambahkan, setiap stasiun memiliki layanan lost and found dan setiap barang yang ditemukan akan didata dan disimpan oleh petugas. Jika tidak diambil dalam kurun waktu tertentu di stasiun tujuan akhir, maka barang tersebut akan dipindahkan ke gudang pusat untuk penyimpanan lebih lanjut.

"Pengambilan barang tertinggal dilakukan mengikuti prosedur yang berlaku. Namun pada prinsipnya, kami tetap mengajak seluruh pengguna commuter line untuk memastikan barang bawaannya aman dan tidak tertinggal. Barang bawaan merupakan tanggung jawab pelanggan," katanya.

Editor: Reza Fajri

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut