Viral Macet Horor di Gunung Bromo saat Libur Iduladha, Wisatawan Terjebak 2 Jam
Bahkan kata Ahnaf, dia dan wisatawan terpaksa menempuh perjalanan cukup lama memakan waktu lebih lama hingga 2 jam dibandingkan hari normal, atau libur akhir pekan biasa.
"Kalau pulang pergi dari Malang Bromo biasanya nambah 2 jam, itu bisa 3 jam, tadi cuma nambah 2 jam. Macet tadi memang," ucapnya.
Menurutnya, penyebab kemacetan karena banyaknya wisatawan yang masuk. Hal ini diperparah dengan pengecekan tiket atau tiket booking yang dilakukan petugas pengelola wisata dari Balai Besar TNBTS.
"Kronologi masih sama kayak biasanya, ada pengecekan satu persatu tiket, makanya macet, itu sudah jadi rahasia umum," katanya.
Di sisi lain, Ketua Tim Data Evaluasi Kehumasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Hendra mengakui, ada kemacetan yang terjadi di kawasan Wisata Gunung Bromo. Tapi kemacetan itu memang menjadi hal wajar ketika musim liburan karena adanya penambahan kuota maksimal harian.
"Kuota harian normal 2.752 wisatawan per harinya. Biasanya kalau liburan long weekend kunjungan wisata ke Bromo dan sekitarnya padat pengunjung," kata Hendra.
Sebagai informasi, Gunung Bromo memiliki empat pintu masuk dalam satu kawasan di TNBTS. Pintu masuk yang favorit yakni melalui Jemplang, di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, kemudian Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, dan Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, yang juga jadi pintu masuk ke kawasan Gunung Semeru juga.
Editor: Donald Karouw