Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : UNICEF Puji Upaya Indonesia Bangun Generasi Masa Depan Lewat Program MBG
Advertisement . Scroll to see content

Viral All Eyes on Papua, Penolakan Pembangunan Perkebunan Sawit di Tanah Cendrawasih

Senin, 03 Juni 2024 - 18:43:00 WIB
Viral All Eyes on Papua, Penolakan Pembangunan Perkebunan Sawit di Tanah Cendrawasih
Viral All Eyes on Papua (Foto: IG Budak Korporat)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Viral All Eyes on Papua ramai disuarakan di berbagai platform media sosial. Kampanye tersebut mulai merebak usai unjuk rasa yang dilakukan oleh masyarakat adat Suku Awyu di depan gedung Mahkamah Agung, pada Senin (27/5/2024). 

Unjuk rasa yang digelar oleh Suku Awyu di depan MA itu juga diiringi ritual adat dan doa. Suku-suku lain di tanah Papua pun ikut dalam acara tersebut, salah satunya Suku Moi.

Dengan mengenakan pakaian adat, mereka yang berunjuk rasa menuntut pemerintah yang merampas hutan sumber kehidupan mereka untuk perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Viral All Eyes on Papua
 

Menurut berbagai sumber, Senin (3/6/2024), ternyata Hutan Boven Digul yang jadi tempat tinggal Suku Awyu telah ditetapkan menjadi perkebunan sawit terbesar di Indonesia melalui Proyek Tanah Merah. 

Adapun, mega proyek ini melibatkan setidaknya tujuh perusahaan. Di antaranya PT MJR, PT KCP, PT GKM, PT ESK, PT TKU, PT MSM, dan PT NUM. 

Meski, ditentang oleh Suku-suku di Papua nyatanya Izin kelayakan lingkungan hidup pun telah diberikan oleh Pemerintah Provinsi Papua kepada PT Indo Asiana Lestari (PT IAL). 
 
Pembabatan hutan adat yang nantinya akan dijadikan sebagai perkebunan kelapa sawit tentu ditolak oleh suku-suku di Papua. Sebab, hutan tersebut telah jadi sumber kehidupan, pangan, dan budaya, dan sumber air. 

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut