Update Korban KMP Tunu Pratama Jaya: 17 Orang Tewas, 18 Penumpang Masih Hilang
Operasi pencarian diperkuat dengan keterlibatan KRI Spica 934 dan tim ahli Pushidrosal. Mereka melakukan tiga fase pencitraan bawah laut dengan alat Magnetometer, Multibeam Echosounder, dan Side Scan Sonar. Sementara KRI Pulau Fanildo 732 dan KAL Sembulungan mengerahkan tim penyelam menggunakan ROV (Remotely Operated Vehicle).
Tim KNKT yang berada di atas KN Masalembo turut melakukan verifikasi obyek yang terdeteksi di dasar laut, terutama di area Reff 8, sekitar 3,6 km dari jalur kabel bawah laut milik PLN.
Kondisi cuaca di lokasi pencarian cukup menantang. Cuaca didominasi awan tebal, angin bertiup kencang 6–20 knots, gelombang laut mencapai 2,5–4 meter, serta arus permukaan yang kuat dengan kecepatan 2 m/s.
Selain pencarian laut, tim SAR juga menyisir pesisir pantai wilayah Banyuwangi dan Bali, guna mengantisipasi kemungkinan jenazah terdampar di daratan.
Sebelumnya, tim SAR gabungan resmi memperpanjang operasi pencarian korban kapal tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali selama 3 hari hingga 14 Juli 2025. Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (11/7/2025).