Update Korban Banjir Bandang Sitaro Bertambah Jadi 11 Orang, 5 Korban Hilang
Hingga Senin malam, sebanyak lima orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian. Namun, operasi search and rescue (SAR) belum dapat dilanjutkan karena kondisi cuaca buruk berupa hujan lebat yang berpotensi memicu banjir dan longsor susulan di lokasi bencana.
BPBD memastikan operasi SAR akan kembali dilanjutkan pada keesokan hari setelah kondisi cuaca memungkinkan dan dinilai aman bagi tim penyelamat. Selain menimbulkan korban jiwa, banjir bandang Sitaro juga berdampak pada ratusan warga. Sebanyak 143 kepala keluarga atau 444 jiwa terpaksa mengungsi akibat rumah mereka terdampak material banjir.
Pemerintah daerah setempat telah membuka pos pengungsian sementara di Gedung GMIST Bethbara. Di lokasi pengungsian, pemerintah menyiapkan kebutuhan dasar bagi pengungsi, seperti alat tidur, perlengkapan anak (kids ware), serta makanan siap saji.
Berdasarkan hasil asesmen di lapangan, wilayah terdampak banjir bandang Sitaro meluas menjadi empat kecamatan, yakni Kecamatan Siau Timur, Siau Timur Selatan, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan.
Merespons kondisi darurat tersebut, Bupati Sitaro menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi melalui Surat Keputusan Nomor 1 Tahun 2026. Status tanggap darurat ini berlaku selama 14 hari, terhitung mulai 5 Januari hingga 18 Januari 2026.
Untuk membuka kembali akses jalan yang terputus akibat banjir bandang Sitaro, BPBD Kabupaten Sitaro bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Lingkungan Hidup telah memobilisasi alat berat berupa excavator dan wheel loader ke lokasi bencana. Proses pembukaan akses akan dilakukan setelah kondisi cuaca dinyatakan aman.
Editor: Donald Karouw