Update Banjir Bandang Nagekeo NTT: 3 Orang Tewas, 5 Hilang dan 18 Desa Terisolasi
BNPB memastikan penanganan darurat berjalan efektif serta kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Sejumlah posko pengungsian telah didirikan, dengan Kecamatan Mauponggo menjadi titik utama penampungan 30 jiwa.
Hingga hari ketiga pascabencana, pencarian korban hilang masih dilakukan dipimpin langsung Kapolsek Mauponggo Ipda Dewa Putu Suariawan dengan cara manual.
Tim gabungan bersama warga menyusuri aliran sungai tanpa alat berat atau peralatan pendeteksi. Hingga kini belum ditemukan petunjuk keberadaan korban yang masih hilang.
Selain menelan korban jiwa, banjir bandang Nagekeo juga menghancurkan sedikitnya 11 rumah di Desa Sawu. Puluhan hektare sawah hancur total, sementara ratusan ternak warga hanyut terbawa arus. Akses jalan ke 18 desa masih terputus. Aliran listrik dan sinyal komunikasi pun lumpuh, membuat sejumlah wilayah terisolasi.
Untuk mendukung para penyintas, BPBD Provinsi NTT akan menyalurkan bantuan logistik melalui jalur laut. Bantuan dijadwalkan mulai bergeser pada Kamis (11/9). Bantuan tersebut mencakup 100 lembar selimut, 100 matras, 75 paket hygiene kit, 50 paket peralatan masak, dan 25 kasur lipat. Selain itu, dibutuhkan tambahan makanan siap saji, tenda, pakaian dan perlengkapan bayi.