Tok! BI Tahan Suku Bunga di 5,75 Persen
"Ketidakpastian global meningkat pasca intensitas perang, lalu lintas di selat hormuz terhambat mengganggu rantai pasok, dan memengaruhi harga minyak," tuturnya.
BI memprediksi pertumbuhan ekonomi domestik tetap terjaga, didukung oleh konsumsi rumah tangga, investasi, serta berbagai stimulus pemerintah. Meski demikian, BI akan terus mencermati risiko eksternal yang berpotensi memengaruhi nilai tukar rupiah dan arus modal asing.
Ke depan, BI menegaskan akan terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran, serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) guna menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan.
"Keputusan BI Rate dan sejumlah kebijakan lain dimaksud merupakan bagian terintegrasi dari bauran kebijakan Bank Indonesia yang tetap konsisten semakin memperkuat nilai tukar rupiah ditengah masih tingginya ketidakpastian global, serta untuk mempertahankan inflasi di tahun 2026 dan 2027 di kisaran 2,5+1 persen," ucapnya.
Editor: Aditya Pratama