Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : IHSG Kembali Menguat usai Anjlok, Berpotensi Naik 18 Persen Menuju Fase Normalisasi
Advertisement . Scroll to see content

The James F Sundah Foundation-ISI Yogyakarta Luncurkan Beasiswa Riset Hak Cipta dan Kekayaan Intelektual

Rabu, 17 Juni 2026 - 06:47:00 WIB
The James F Sundah Foundation-ISI Yogyakarta Luncurkan Beasiswa Riset Hak Cipta dan Kekayaan Intelektual
The James F Sundah Foundation dan ISI Yogyakarta telah menandatangani MoU untuk menyelenggarakan James F Sundah Fellowship Program. (Foto: Ilustrasi/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Istri mendiang komposer dan pencipta lagu legendaris James Freddy Sundah, Priscillia Sundah Suntoso mendirikan The James F Sundah Foundation, sebuah organisasi nir-laba yang berkedudukan di New York, Amerika Serikat (AS). Ini sekaligus memperingati 40 hari wafatnya James F Sundah.

Sebagai program perdananya, The James F Sundah Foundation dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta telah menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk menyelenggarakan James F Sundah Fellowship Program.

James F Sundah Fellowship Program merupakan program beasiswariset bagi mahasiswa tingkat akhir yang melakukan penelitian mengenai hak cipta, royalti, hak kekayaan intelektual, pelindungan karya kreatif, hak-hak pencipta, serta perkembangan hukum dan kebijakan kekayaan intelektual di era digital. Program ini juga bekerjasama dengan AAPI Creative New York, jejaring kreatif diaspora Asia dan Kepulauan Pasifik di New York, AS.

Turut mendukung program pula sebagai Komite Seleksi Beasiswa Riset James F Sundah Fellowship Program ini para tokoh-tokoh lintas disiplin terkemuka di Tanah Air seperti Adi Harsono, Aminoto Kosin, Dahlan Iskan, Naratama Rukmananda, dan Wendi Putranto.

Pendiri sekaligus Ketua The James F Sundah Foundation, Priscillia Sundah Suntoso mengatakan, pendirian organisasi nir-laba itu merupakan wujud amanah dan tanggung jawab yang dipercayakan kepada dirinya untuk menjaga, mengelola dan melestarikan karya-karyanya beserta nilai-nilai yang diperjuangkan sepanjang hidup mendiang suaminya.

"James selalu mengatakan, ‘no song, no music industry,’ sebuah keyakinan bahwa para pencipta adalah fondasi industri musik dan harus dihargai serta dilindungi hak-haknya. Melalui James F Sundah Fellowship Program bersama ISI Yogyakarta, kami berharap dapat mendorong lahirnya penelitian yang memperkuat pemahaman mengenai hak cipta dan kekayaan intelektual serta memberikan manfaat nyata bagi generasi mendatang,” ucap Priscillia dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).

Program beasiswa riset ini juga bertujuan mendorong lahirnya penelitian akademik yang dapat memberikan manfaat bagi komunitas seni, pembuat kebijakan, akademisi, dan masyarakat luas dalam memahami serta mengembangkan sistem pelindungan hak-hak pencipta di Indonesia.
 
 Rektor ISI Yogyakarta, Irwandi menyambut baik kerja sama tersebut dan mengapresiasi inisiatif beasiswa dari The James F Sundah Foundation untuk mendukung riset mahasiswa. 

"Hal ini akan memperkuat literasi yang dibutuhkan masyarakat seni dan khalayak luas, terutama terkait aspek kekayaan intelektual seniman yang masih memerlukan banyak kajian serta edukasi kepada para pemangku kepentingan seni.” tuturnya.

James F Sundah dikenal sebagai salah satu pencipta lagu paling berpengaruh dalam sejarah musik Indonesia. Karya-karyanya telah menjadi bagian dari perjalanan budaya bangsa selama beberapa dekade dan terus dinyanyikan lintas generasi. 

Melalui beasiswa riset ini, diharapkan semangat beliau dalam memperjuangkan penghargaan terhadap para pencipta dan pelindungan Hak Kekayaan Intelektual akan terus hidup melalui generasi penerus di masa depan.

Juru Bicara sekaligus Anggota Dewan Seleksi Beasiswa Riset The James F Sundah Foundation, Wendi Putranto menyebut, warisan terbesar James F Sundah bukan hanya dari lagu-lagunya, melainkan juga berbagai pemikiran serta perjuangannya untuk menempatkan pencipta lagu pada posisi yang layak dan strategis dalam ekosistem musik Indonesia. 

"Beasiswa riset ini menjadi cara yang tepat untuk meneruskan pemikiran tersebut kepada generasi baru melalui penelitian, pendidikan, dan pengembangan pengetahuan, khususnya terkait Hak Cipta dan Hak Kekayaan Intelektual yang hingga saat ini kondisinya masih sangat menantang di Tanah Air,” kata Wendi.

Program beasiswa riset perdana direncanakan mulai menerima pendaftaran pada Tahun Akademik 2026–2027.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut