Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 16 Penumpang Tewas Terbakar, Begini Sejarah Lahirnya PO Bus ALS di Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap! Bus ALS yang Terlibat Kecelakaan Maut di Sumsel Tak Berizin sejak 2020

Jumat, 08 Mei 2026 - 09:54:00 WIB
Terungkap! Bus ALS yang Terlibat Kecelakaan Maut di Sumsel Tak Berizin sejak 2020
Bus ALS yang terlibat kecelakaan maut di Sumsel. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan melaporkan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang terlibat kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera Simpang Danau Kec. Karang Jaya Kab. Muratara, Sumatera Selatan tidak memiliki izin operasi. Diketahui, kecelakaan itu menewaskan 16 orang.

Aan mengatakan bus tersebut tidak memiliki izin sejak 4 November 2020. Namun, ditemukan bahwa bus ALS tersebut masih mengantongi Bukti Lulus Uji Elektronik (BLUe) masih berlaku hingga 11 Mei 2026.

"Kami turut berduka cita atas kejadian kecelakaan yang merenggut banyak nyawa di Jalan Lintas Sumatera," ujarnya dalam pernyataan resmi, Jumat (8/5/2026).

Ia menuturkan bus ALS tersebut dapat dikategorikan melakukan pelanggaran berat. Hal tersebut tertuang pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 15 tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek, pasal 102 yakni memalsukan dokumen perjalanan yang sah, mengoperasikan kendaraan yang telah habis masa berlaku izin penyelenggaraannya, serta melakukan kelalaian pengoperasian kendaraan  sehingga menimbulkan kecelakaan yang mengakibatkan korban jiwa.

Saat ini, pihaknya masih melakukan investigasi. Hasilnya, petugas menemukan adanya perbedaan nomor rangka pada kendaraan, sehingga terindikasi terjadi praktik pemalsuan nomor polisi kendaraan pada bus ALS.

"Berdasarkan pelanggaran yang dilakukan, tentu saja berpotensi dapat dikenakan sanksi administratif berupa pembekuan izin enam hingga 12 bulan dan bisa juga dikenakan pencabutan izin penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam trayek. Terkait pemberian sanksi akan kami telusuri dulu lebih lanjut," ungkapnya.

Sebelum terjadinya kecelakaan, bus ALS melintas di Terminal Tipe A Batay (Lahat) dengan tujuan Medan dengan manifest 10 penumpang. Selanjutnya pada Terminal Lubuklinggau tercatat kendaraan bus meninggalkan terminal pada pukul 10.00 WIB dengan total manifest 18 orang yang terdiri dari 14 penumpang dan 4 kru.

Dari kejadian ini mengakibatkan adanya korban jiwa sebanyak 16 orang yang terdiri dari 11 penumpang bus, 3 kru bus, dan 2 kru truk tangki. Korban luka - luka sebanyak 4 orang yang terdiri dari 3 penumpang bus dan 1 kru bus.

"Adapun terkait dengan penyebab kecelakaan, Ditjen Hubdat menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan penyelidikan pihak Polri,” pungkasnya.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut