Menghindari Lubang, Menjemput Maut
Maneger Nasution
Pimpinan Ombudsman RI
KECELAKAAN maut antara bus ALS dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, bukan sekadar peristiwa lalu lintas biasa. Tragedi yang menewaskan sedikitnya 16 orang itu adalah 'potret buram' tentang bagaimana pemerintah masih gagal menghadirkan jalan yang aman bagi warganya.
Dugaan sementara polisi menyebut sopir bus berusaha menghindari lubang sebelum akhirnya oleng ke jalur berlawanan dan bertabrakan dengan truk tangki BBM hingga kedua kendaraan terbakar hebat.
Lubang di jalan dalam konteks ini, esensinya, bukan lagi sekadar kerusakan infrastruktur, melainkan ancaman mengerikan terhadap hak hidup masyarakat.
Identitas 16 Korban Tewas Kecelakaan Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara Sumsel, Ini Daftarnya
Jalan negara seharusnya menjadi ruang aman mobilitas publik, bukan jebakan maut yang memaksa pengemudi mengambil keputusan sepersekian detik antara menghantam lubang atau mempertaruhkan nyawa.
Manuver ekstrem demi menghindari jalan rusak yang dilakukan pengemudi, sesungguhnya, ingin menegasikan bahwa negara sedang memindahkan risiko keselamatan kepada rakyatnya sendiri.
16 Jenazah Korban Bus ALS vs Truk Tangki di Muratara Belum Teridentifikasi