Terungkap! 2 WNI ABK Kapal Musaffah II yang Meledak di Selat Hormuz Ternyata asal Luwu
LUWU, iNews.id - Dua dari tiga anak buah kapal (ABK) tugboat Musaffah II yang dilaporkan hilang saat menjalani pelayaran internasional di kawasan Selat Hormuz, Timur Tengah, diketahui merupakan warga Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Kedua ABK tersebut bernama Miswar Maturusi yang menjabat sebagai kapten kapal dan Sirajuddin yang bekerja sebagai engineering.
Kapten Miswar Maturusi merupakan warga Desa Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan. Sementara Sirajuddin (43) tercatat sebagai warga Desa Temboe, Kecamatan Larompong Selatan.
Keduanya dilaporkan hilang kontak setelah Kapal Tugboat Musaffah II diduga meledak saat melintas di perairan Selat Hormuz pada Jumat (6/3/2026).
Awalnya keluarga menerima kabar bahwa Sirajuddin selamat dari insiden tersebut. Namun informasi tersebut kemudian terbantahkan setelah keluarga menerima keterangan langsung dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Uni Emirat Arab.
Kapal Musaffah Kena Bom di Selat Hormuz, Istri Kapten Ungkap Komunikasi Terakhir
Pihak KBRI menyebutkan bahwa Miswar Maturusi, Sirajuddin, dan seorang ABK lainnya asal Indonesia masih dalam proses pencarian oleh otoritas setempat.
Keluarga kedua ABK yang hilang juga sempat bertemu untuk saling bertukar informasi mengenai perkembangan pencarian anggota keluarga mereka.
3 ABK WNI Hilang usai Kapal Berbendera UEA Meledak di Selat Hormuz
Istri Sirajuddin, Sri Dewi Aisyah, mengaku pertama kali mengetahui insiden tersebut dari keluarga dan rekan kerja suaminya.
"Pas kejadian kami diberi tahu dari pihak keluarga dan teman-temannya, kalau kapalnya kena bom. Kami juga terima informasi suami saya selamat, namun masih dalam pencarian," ujarnya, Senin (9/3/2026).
KBRI Abu Dhabi Terus Koordinasi Cari ABK WNI Korban Ledakan Kapal di Selat Hormuz
Sri Dewi mengatakan jumlah awak kapal yang berada di kapal tersebut sebanyak enam orang. Dari jumlah itu, tiga orang telah ditemukan, sementara tiga lainnya masih dalam pencarian.
"ABK katanya ada enam, yang sudah ditemukan tiga orang, termasuk suami saya, yang belum ditemukan tiga orang," katanya.
Kapal Berbendera UEA Meledak di Selat Hormuz, 3 ABK WNI Masih Dicari
Menurutnya, sebelum berangkat suaminya sempat menghubungi keluarga untuk memberi tahu bahwa dirinya akan berlayar sehingga kemungkinan tidak ada sinyal komunikasi selama beberapa waktu.