Teman SD Kenang Sosok Marsinah: Rajin Sekolah, Sering Bantu Nenek
Museum ini bukan sekadar tempat menyimpan kenangan. Rumah singgah yang ada di kompleks yang sama disiapkan sebagai tempat istirahat gratis bagi para buruh yang datang berziarah ke makam Marsinah setiap peringatan Hari Buruh, 1 Mei.
Dengan empat kamar tidur, dapur, dan ruang tamu, fasilitas ini mencerminkan semangat solidaritas yang selama ini menjadi roh perjuangan buruh Indonesia. Museum Marsinah pun dirancang bukan hanya sebagai ruang pamer, melainkan sebagai pusat edukasi dan titik temu bagi gerakan buruh dari seluruh penjuru negeri.
Sebuah prasasti besar bertuliskan nama presiden telah terpasang di teras museum, menandai betapa pentingnya tempat ini sebagai penghormatan negara atas jasa Marsinah. Kehadiran museum ini juga diharapkan dapat mengangkat Desa Nglundo sebagai destinasi wisata edukasi, sekaligus menjaga agar nama dan perjuangan Marsinah terus hidup dalam ingatan bangsa.
Editor: Rizky Agustian