Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo Ungkap Isi Pertemuan 30 Menit dengan Trump di Sela Rapat Board of Peace
Advertisement . Scroll to see content

Survei Median: 50,4% Publik Tak Setuju RI Gabung Board of Peace, Ini Alasannya

Senin, 23 Februari 2026 - 16:06:00 WIB
Survei Median: 50,4% Publik Tak Setuju RI Gabung Board of Peace, Ini Alasannya
Pertemuan perdana Board of Peace di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026) (dok. Sekretariat Presiden)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian menuai respons beragam dari publik. Hasil Survei Median yang dipublikasikan Senin (23/2/2026) mencatat, lebih dari separuh responden atau 50,4% menyatakan tidak setuju dengan langkah tersebut.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan perdana BoP telah kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung terwujudnya perdamaian di Palestina melalui partisipasi aktif di forum itu.  Di hadapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan delegasi lainnya, Prabowo menyampaikan keputusan berpartisipasi dalam BoP mencerminkan konsistensi sikap aktif Indonesia dalam mendukung terciptanya perdamaian dunia serta mewujudkan solusi yang seadil-adilnya bagi rakyat Palestina.

"Kami akan mewujudkan impian perdamaian di Palestina, solusi yang berkelanjutan bagi Palestina dan di Gaza," kata Prabowo di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026).

Namun, hasil survei menunjukkan sikap publik cenderung kritis. Sebanyak 50,4% responden menyatakan tidak setuju Indonesia bergabung dalam BoP. Sementara 34,8% menyatakan setuju, dan 14,8% belum menentukan sikap.

Alasan penolakan dari publik cukup beragam. Kekhawatiran akan dominasi Amerika/Israel atas Gaza menjadi faktor terbesar. Selain itu, ada pula yang keberatan terhadap besaran iuran yang harus disetorkan Indonesia setelah bergabung ke forum tersebut.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut