Survei Litbang Kompas Kepercayaan Publik Naik, Polri: Kami Komitmen Perbaiki Diri
JAKARTA, iNews.id - Polri merespons hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat naik menjadi 76,2 persen. Korps Bhayangkara menegaskan akan terus belajar dan terbuka terhadap kritik.
“Ini adalah capaian yang patut disyukuri, Polri menyadari masih ada kekurangan yang harus diperbaiki, baik dalam pelayanan, sikap anggota, maupun konsistensi dalam penegakan hukum,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, dikutip Jumat (14/11/2025).
Truno menjelaskan, pencapaian ini tak lepas dari instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada jajaran untuk menjaga amanah kepercayaan publik.
“Polri terus belajar, terbuka terhadap kritik, dan berkomitmen memperbaiki diri untuk lebih profesional, merespons yang cepat, dan perilaku anggota yang makin humanis serta peningkatan kualitas pelayanan kepada publik,” ujar dia.
Komisi Percepatan Reformasi Polri Audiensi dengan GNB, Jaring Masukan Berharga
“Momentum ini sebagai motivasi untuk memperkuat kepercayaan masyarakat melalui tindakan nyata untuk bekerja lebih baik lagi, lebih dekat dengan masyarakat dan lebih konsisten menjaga amanah,” sambungnya.
Sebelumnya, Litbang Kompas merilis hasil survei terbaru terkait tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri. Riset tentang persepsi masyarakat dan evaluasi kinerja kepolisian itu dilakukan pada Oktober 2025.
Survei Litbang Kompas: Tingkat Kepercayaan Masyarakat ke Polri Naik Jadi 76,2 Persen
Wakapolri Dorong Puslitbang Polri Jadi Motor Reformasi Berbasis Riset
Berdasarkan hasil survei tersebut, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri mencapai 76,2 persen.
Survei Litbang Kompas mencatat adanya peningkatan atau pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap Korps Bhayangkara. Angka tersebut naik pasca-terjadinya kerusuhan pada Agustus 2025 lalu.
Rapat Perdana Komisi Percepatan Reformasi, Kapolri: Polri Terbuka Terima Evaluasi
Survei tersebut menggunakan metode multistage random sampling. Pengumpulan data dilakukan pada periode 9 hingga 16 Oktober 2025.
Data kuantitatif didapatkan melalui survei tatap muka yang dilaksanakan di 38 provinsi Indonesia. Responden yang dilibatkan sebanyak 1.200 orang dengan kriteria pria dan wanita rentang usia 17 sampai 65 tahun.
Editor: Rizky Agustian