Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 5 Fakta 4 Oknum TNI Diduga Siram Air Keras ke Aktivis KontraS, 3 Pelaku Berpangkat Perwira
Advertisement . Scroll to see content

Sukidi: Serangan terhadap Andrie Yunus adalah Serangan bagi Kita Semua

Kamis, 19 Maret 2026 - 11:58:00 WIB
Sukidi: Serangan terhadap Andrie Yunus adalah Serangan bagi Kita Semua
Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus diserang dengan air keras di Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026. Empat oknum prajurit TNI yang diduga terlibat dalam kasus tersebut kini telah diamankan. (Foto: iNews.id)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Cendekiawan Kebangsaan dan Pemikir Kebinekaan Indonesia Profesor Sukidi Mulyadi mengecam serangan terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis hak asasi manusia (HAM) itu bukan yang pertama dan tidak akan menjadi yang terakhir.

Menurut Doktor lulusan Harvard ini, rentetan teror yang menimpa pejuang demokrasi, kemanusiaan, dan lingkungan hidup, mencerminkan upaya untuk membungkam kritik demi mempertahankan kekuasaan. Serangan yang dialami Andrie menjadi serangan bagi masyarakat Indonesia secara luas.

"Serangan pada Andrie adalah serangan pada kita semua,” ujar Sukidi dalam Pernyataan Sikap Tokoh Nasional Desak Pengusutan Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus, dikutip Kamis (19/3/2026). 

Pemikir kebinekaan lulusan Universitas Harvard, Sukidi. (Foto: iNews)
Pemikir kebinekaan lulusan Universitas Harvard, Sukidi. (Foto: iNews)

Sukidi pun menekankan perlunya dua sikap utama dari masyarakat menyikapi kejadian itu. Pertama solidaritas kemanusiaan, yang lahir dari kesadaran bahwa penderitaan satu warga adalah penderitaan bersama. 

"Kesadaran ini harus diperkuat agar masyarakat mampu berbela rasa pada Andrie dan semua korban kriminalisasi," katanya.

Sikap kedua adalah perlawanan sipil. Dia menekankan, sikap ini tidak hanya berarti bergandengan tangan untuk saling melindungi, tetapi juga menolak tunduk pada praktik teror. 

"Sekali kita tunduk, kita kalah. Civil resistance adalah sikap terbaik terhadap iklim ketakutan yang diciptakan praktik teror, intimidasi, represi, bahkan pembunuhan," kata Sukidi.

Sukidi menambahkan, cinta pada tanah air dan sikap patriotik berarti menjaga republik dari tidakan yang melanggar prinsip dan kemanusiaan. Dia menyerukan persatuan warga untuk memperkuat skala perlawanan sipil terhadap praktik otoriter dan totaliter. 

"Sekali warga takut, negara akan bertindak sewenang-wenang. Kita tidak tunduk pada ketakutan, tetapi bersatu melawan segala bentuk teror atas nama negara,” tuturnya.

Sebelumnya, Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menyampaikan perkembangan dugaan keterlibatan prajuritnya dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis HAM sekaligus Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Dia menyebut empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus tersebut kini telah diamankan.

"Sudah kita amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman di tingkat penyelidikan," kata Yusri dalam konferensi pers di Mabes TNI, Rabu (18/3/2026).

Dia menjelaskan, empat orang yang dinamakan itu, berinisial NDP berpangkat Kapten; SL dan BHW dengan pangkat Letu serta ES berpangkat Serda. Terkait motif penyiraman cairan berbahaya kepada Andrie, kini masih didalami oleh Puspom TNI.

"Jadi kita masih mendalami motifnya," ucapnya.

Kondisi Terkini Andrie Yunus

Diketahui, Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus disiram air keras di Jalan Talang, Jakarta Pusat, Kamis malam, 12 Maret 2026. Dia diserang usai tampil dalam podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Akibat serangan tersebut, dia mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh, terutama tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata.

Andrie masih mendapatkan perawatan di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Matanya mengalami kerusakan sel punca kornea yang diperkirakan sekitar 40 persen. Tim medis telah melakukan pemasangan membran amnion serta pemberian terapi anti-inflamasi untuk melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan.

“Adapun kondisi terkini mata kanan pasien dalam keadaan stabil, dengan tingkat peradangan yang menunjukkan perbaikan,” demikian keterangan yang disampaikan RSCM, Rabu (18/3/2026).

RSCM menyampaikan tampak tanda-tanda pemulihan pada kornea mata Andrie. Tim dokter masih terus melakukan pemantauan terhadap kondisi Andrie Yunus.

“Sel punca kornea mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, meskipun proses epitelisasi masih dalam tahap pemantauan lebih lanjut,” tulis keterangan RSCM.

Editor: Maria Christina

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut