Sterilisasi Jelang Masa Sidang, Kompleks DPR Ditutup Dua Hari
JAKARTA, iNews.id - Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh gedung yang ada di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Kamis dan Jumat, 22-23 Oktober. Dengan demikian, seluruh kegiatan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta dihentikan.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar mengatakan, seluruh PNS, pegawai dan tenaga ahli (TA) bekerja dari rumah (work from home). Penghentian seluruh kegiatan juga berlaku untuk peliputan wartawan.
"Iya, Kamis-Jumat, 22 dan 23 Oktober seluruh aktivitas akan dilakukan dengan cara work from home karena akan dilakukan sterilisasi seluruh gedung, termasuk gedung Setjen DPR," katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (21/10/2020) malam.
Menurut Indra, kegiatan penyemprotan disinfektan dilakukan guna memastikan seluruh area Kompleks Parlemen Senayan steril sebelum memasuki masa sidang II DPR tahun 2020-2021 pada 9 November mendatang.
"Memastikan seluruh kawasan benar-benar steril sebelum masa sidang II dimulai pada tanggal 9 November ya," ujarnya.
Sebelumnya, pada Senin hingga Rabu, 12-14 Oktober 2020 DPR menutup dua gedung untuk mempermudah penyemprotan disinfektan. Penutupan dilakukan menyusul 40 orang terkonfirmasi positif virus corona (Covid-19) baik anggota DPR, staf dan tenaga ahli.
Indra Iskandar mengatakan, sterilisasi dilakukan terhadap ruang-ruang kerja anggota dewan, baik Komisi dan Alat Kelengkapan di Gedung Nusantara I, II dan Nusantara.
"Jadi setelah sterilisasi ini dilakukan khusus 575 ruangan anggota dan ruang rapat, untuk selanjutnya tiap hari Senin akan ada penyemprotan secara reguler sampai pembukaan sidang pada November," tuturnya.
Sterilisasi selanjutnya Gedung Nusantara III, IV dan V karena Kompleks Parlemen terbagi dalam beberapa zonasi yang di dalamnya juga terdapat Sekretariat Jenderal MPR dan Sekretariat Jenderal DPD.
Editor: Djibril Muhammad