Sosok Perwira TNI AL Korban Pengeroyokan di Terminal Arjosari, Akrab dengan Pedagang Asongan
"Ternyata enggak terima dia, datang ada teman-temannya, ternyata ada yang enggak terima, dikeroyok 15 orang, dikerumunin gitu. Ada temannya yang mau nolong ditendang sama yang ngeroyok itu, ada kru bus juga mau melerai ditendang," tuturnya.
Menurutnya, keluarga sempat curiga karena korban tidak segera mengabari kembali setelahnya. Kemudian ada polisi yang datang ke rumah dan memberi tahu bahwa korban dikeroyok sejumlah orang dan dibawake Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
"Saya itu dikabari malamnya, terus jam sembilan malam itu ngecek ke rumah sakit di IGD. Kondisinya memang sudah siuman, waktu dibawa ambulan itu pingsan, mungkin karena darahnya banyak yang keluar,di IGD tapi sadar, itu saya ajak ngobrol terus, kan handphone (HP) nya itu bunyi terus, banyak yang tanya kondisinya," katanya.
Menurutnya, beberapa terduga pelaku memang dikenal oleh korban dan keluarganya. Bahkan Fadholi menyebut, beberapa kali mendengar nama Takim, yang menjadi mandor atau koordinator jupang di Terminal Arjosari Malang. Namun, beberapa pelaku diduga orang-orang baru yang tidak mengenal korban.
"Cuma dengar namanya, cuma enggak pernah ketemu dan interaksi, pernah tahu, terduga pelaku itu masih keluarga informasinya," kata dia.