Siti Atikoh Istri Ganjar Pranowo, Perempuan Pertama Pimpin Kwarda Jawa Tengah
Tak hanya di Indonesia, hampir setiap negara mempunyai gerakan pramukanya masing-masing lho. Lantas apa yang membuat kegiatan ini begitu populer, bahkan wajib, di beberapa negara?
Hampir seluruh kegiatan Pramuka berlangsung secara berkelompok, yang otomatis mempertemukan mereka dengan orang-orang yang berbeda latar belakang.
Menurut Journal of Childhood Research, anak dapat memperoleh sejumlah manfaat ketika berinteraksi dengan lingkungan sekitar, seperti Berani mengutarakan pendapat, Menyelesaikan konflik melalui diskusi, Menyalurkan emosi ke arah yang positif dan Menghormati perbedaan.
Selama kegiatan Pramuka, anak-anak akan dilatih beberapa keterampilan khusus seperti membaca tentang mengemal alam, upacara, p3k dan memasak. Keterampilan ini akan diajarkan secara individu atau kelompok. Melalui kegiatan ini, anak akan mempelajari keterampilan baru yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Pramuka mendorong anak untuk mempelajari hal-hal baru. Mereka juga harus memecahkan masalah dan mengatasi tantangan secara individu dan sebagai tim. Dengan memikirkan kegiatan ini, anak dapat mengembangkan rasa percaya dirinya.
Dalam satu kelompok pramuka, biasanya terdiri dari anggota dengan keterampilan yang sesuai. Misalnya ada ahli P3K atau ahli sandi. Setiap individu mempunyai tanggung jawab masing-masing dalam menyelesaikan suatu permasalahan.
Hal ini didukung dengan pernyataan The Scout Association bahwa Pramuka tidak hanya menunjang pendidikan anak di sekolah tetapi juga membentuk individu untuk sukses dalam kehidupan dan karirnya di masa depan.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Tufts University menemukan bahwa kegiatan Pramuka memberikan peluang yang sangat baik untuk mengasah keterampilan kepemimpinan.
Dengan cara ini, mereka dapat menjadi pemimpin yang baik di tempat kerja dan masyarakat di masa depan.
Editor: Johnny Johan Sompotan