Siswa SD di Ngada Bunuh Diri, Bupati Sebut Faktor Penyebab Sangat Kompleks
Bupati juga menepis anggapan bahwa peristiwa siswa SD Ngada bunuh diri semata-mata disebabkan karena tidak mampu membeli buku atau alat tulis.
“Kalau hanya menyimpulkan karena tidak bisa membeli ballpoint atau buku, saya rasa itu terlalu dini. Masalahnya jauh lebih kompleks,” katanya.
Berdasarkan pantauan sementara dari pihak sekolah, korban dikenal sebagai anak yang ceria, aktif, dan suka membantu. Tidak ada tanda-tanda mencolok yang menunjukkan tekanan psikologis berat saat berada di lingkungan sekolah.
Namun demikian, Bupati mengakui perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut, termasuk kemungkinan adanya tekanan psikologis yang tidak terdeteksi di sekolah maupun di rumah.
Sebelumnya, informasi yang beredar menyebutkan siswa SD bunuh diri diduga dipicu tekanan ekonomi dan ketidakmampuan membeli perlengkapan sekolah berupa buku dan pena. Dugaan ini diperkuat dengan pesan yang ditinggalkan korban.