Siap-Siap! Harga Emas Diproyeksi Naik ke Rp2,79 Juta per Gram Pekan Ini
Sebaliknya, jika menguat, area resistance pertama berada di 4.243 dolar AS per troy ons (emas domestik Rp2.688.000 per gram) dan resistance kedua di 4.465 dolar AS per troy ons (emas domestik Rp2.790.000 per gram).
Satu faktor utama yang berisiko menekan daya pikat emas adalah proyeksi penguatan indeks dolar AS menuju level 101,70 pada pekan depan. Menguatnya dolar AS secara otomatis membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi para pemegang mata uang lainnya, sehingga mengikis volume permintaan terhadap aset aman (safe haven) ini.
Ibrahim menambahkan, dinamika ini tidak terlepas dari situasi geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur yang mengancam jalur logistik energi.
"Ini pun juga membuat satu kecemasan di Eropa Timur yang bisa mengangkat harga minyak, yang bisa menguatkan indeks dolar AS. Sebenarnya bisa menguatkan harga emas dunia, tetapi karena ada penutupan Selat Hormuz dan cadangan minyak di AS tempat pekan ke depan mengalami penurunan, kekosongan, ini yang membuat harga minyak naik sehingga harga emas dunia mengalami koreksi," jelasnya.
Kendati dibayangi tekanan koreksi dalam jangka pendek, Ibrahim mengaku tetap menaruh optimisme tinggi terhadap prospek investasi emas dalam jangka panjang. Fondasi utama yang akan menjadi bantalan kuat bagi harga emas adalah masifnya aksi borong yang dilakoni oleh jajaran bank sentral global.
Sepanjang Kuartal I 2026, bank-bank sentral di berbagai negara dilaporkan telah menyerap sekitar 244 ton emas sebagai bagian dari strategi mitigasi, lindung nilai, serta gerakan pengurangan ketergantungan terhadap mata uang dolar (dedolarisasi).
Editor: Puti Aini Yasmin